VIRUS CORONA DI BATAM
UPDATE Kasus Corona di Batam, Saat Ini 177 PDP Covid-19 Dirawat di 12 Rumah Sakit
Berdasarkan data yang dirilis terkait perkembangan Covid-19 , Jumat (5/6/2020), jumlah kumulatif ODP di Batam saat ini mencapai 4.450 orang.
Perlu diketahui, yang bersangkutan telah meninggal dunia pada hari Minggu 31 Mei 2020, sekitar pukul 07:15 wib pagi, setelah melakukan video call dengan sang istri di Singapura.
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Puskesmas Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota segera mengevakuasi yang bersangkutan di RS Bhayangkara Batam.
Menurut keterangan rekannya, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi, serta memperoleh hasil tes swab terkonfirmasi positif Covid-19 setelah sampelnya diambil oleh dokter RS Bhayangkara.
Saat ini, jenazah yang bersangkutan masih ditempatkan di kamar jenazah RS Bhayangkara Batam dan masih menunggu konfirmasi pihak keluarga dan Kedutaan negara yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa masih mungkin terjadinya pertumbuhan kasus yang berkaitan dengan kluster atau munculnya kasus baru Covid-19.
Hal ini disebabkan karena masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
"Selalu diingatkan dan diimbau bagi masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, tetap di rumah, menggunakan masker, berolahraga dan makan makanan seimbang," tutup Ketua Gugus Tugas Covid-19, Muhammad Rudi.
Rapid Test
Hari ini, Jumat (5/6/2020) tim Gugus Tugas Kecamatan melakukan rapid test kepada orang-orang yang pernah kontak dengan pasien Positif Covid-19 Nomor 154 di Kota Batam. Tak hanya TKA saja, melainkan karyawan lainnya diperusahaan tersebut termasuk bagian office.
"Belum tau berapa yang di rapid. Kita bawa rapid test nya 75. Ini yang datang baru 48 orang. Campur. Bagian officenya saja yang kemungkinan Kontak dengan yang bersangkutan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (5/6/2020).
Ia melanjutkan test ini tidak dilakukan diperusahaan. Melainkan di Hotel Best Western Panbil.
Sebelumnya diberitakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam menyatakan seorang tenaga kerja asing yang meninggal pada Minggu (31/5/2020) lalu dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil uji usap yang hasilnya diketahui Kamis.
"Seorang lelaki usia 43 tahun TKA perusahaan di kawasan Industri Cammo Batam Centre merupakan kasus baru Covid-19 nomor 154 Kota Batam," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi, Kamis (4/6/2020).
Pasien merupakan warga negara Malaysia. Rudi menyatakan pasien itu meninggal dunia di rumahnya pada Minggu (31/5/2020), sekitar pukul 07.15 WIB usai telepon video dengan istrinya di Singapura.
Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Puskesmas Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota yang mendapat laporan itu, kemudian mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara dan dilakukan tes usap.
"Menurut keterangan dari rekannya, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi," tuturnya.
Saat ini, jenazah masih ditempatkan di kamar jenazah RS Bhayangkara Batam menunggu konfirmasi pihak keluarga dan kedutaan negara yang bersangkutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan pihaknya telah melakukan uji swab terhadap tujuh orang yang tinggal serumah dengan pasien meninggal tersebut dan masih menunggu hasilnya.
"Besok bergerak ke PT-nya," kata dia.
Data hingga Kamis, tercatat 154 warga positif COVID-19 di Batam, 48 di antaranya sembuh, 12 meninggal, dan lainnya masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan pemerintah dan swasta di daerah itu. (Tribunbatam.id/Hening Sekar Utami/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/06062020ilustrasi-covid-19-corona-di-batam.jpg)