Tidak Mau Dimadu, Wanita Ini Keluar Rumah Dengan Keadaan Hamil, Kini Melahirkan di Semak-semak

Seorang wanita melahirkan sendiri di semak-semak, ia memilih kabur dariu rumah karena tidak mau di madu oleh suaminya.

Editor: Eko Setiawan
Warta Kota/ Desy Selviany
Bayi yang dilahirkan Wahati tampak sehat, kini dirawat di Panti Sosial Insan Bangun Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2020) 

TRIBUNBATAM.id, KEDOYA - Seorang wanita melahirkan sendiri di semak-semak, ia memilih kabur dariu rumah karena tidak mau di madu oleh suaminya.

Ini merupakan kali kedua korban melahirkan tidak dibantu oleh tim medis.

Sebelumnya ia juga pernah melahirkan dibawah jembatan Fly Over.

Wanita tunawisma yang melahirkan sendiri di semak-semak di bilangan Cengkareng, Jakarta Barat ternyata korban perceraian.

Update Data Covid-19 di Karimun Rabu (10/6), 2 PDP Masih Dirawat di Rumah Sakit, Tunggu Hasil Swab

Tutup Perbatasan Dengan China Untuk Antisipasi Pandemi Corona, Warga Korut Terancam Kelaparan

Warga Batam Urus Pencairan BST di Kantor Pos Sekupang, Sayangnya Abaikan Protokol Kesehatan

Ia ditelantarkan oleh mantan suaminya usai dipoligami.

Kepala Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Masyudi mengatakan pihaknya sudah mengenal Wahati sejak tahun 2018.

Saat itu wanita berusia 41 tahun itu juga ditemukan saat hendak melahirkan seorang bayi.

Hingga akhirnya Wahati berpisah dengan suaminya karena suaminya menikah lagi dengan perempuan idaman lain.

Wahati pun pergi meninggalkan rumahnya dengan anaknya yang paling bungsu.

Ia menggelandang di sekitaran Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Di sana Wahati sempat menikah lagi dengan sesama penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Hingga akhirnya Wahati melahirkan seorang bayi laki-laki di kolong flyover Cengkareng.

 

Bayi yang dilahirkan Wahati tampak sehat, kini dirawat di Panti Sosial Insan Bangun Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2020)
Bayi yang dilahirkan Wahati tampak sehat, kini dirawat di Panti Sosial Insan Bangun Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2020) (Warta Kota/ Desy Selviany)

Bayi Wahati pun diselamatkan petugas dan diserahkan ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 untuk dirawat.

Masyudi mengatakan, anak-anak Wahati sempat menjenguknya di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 saat dirawat di tahun 2018 lalu.

Ia tidak menyangka bahwa akhirnya Wahati kembali lagi ke jalanan usai dirawat oleh pihak panti.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved