Tutup Perbatasan Dengan China Untuk Antisipasi Pandemi Corona, Warga Korut Terancam Kelaparan

Negara yang sangat tertutup itu belum melaporkan kasus coronavirus, namun seorang pakar hak-hak PBB mendesak Dewan Keamanan untuk melihat situasi meng

Editor: Eko Setiawan
AFP via Getty Images
Warga Korea Utara Kelaparan menurut seorang ahli hak asasi manusia 

TRIBUNBATAM.id, PYONGYANG - Warga Korea utara terkena imbas dalam Pandemi Virus Corona setelah negaranya memutuskan untuk menutup akses di perbatasan negara tersebut.

Warga Korea Utara dilaporkan kelaparan setelah negara itu menutup perbatasannya dengan China, yang diduga dalam upaya untuk mengatasi virus corona.

Negara yang sangat tertutup itu belum melaporkan kasus coronavirus, namun seorang pakar hak-hak PBB mendesak Dewan Keamanan untuk melihat situasi mengerikan yang disebabkan ketika negara itu menutup perbatasannya dengan China.

Tiga Orang Tewas Dalam Musibah Kebakaran di Tangerang, Ketahuan Setelah Api Dipadamkan Petugas

Dimulai 29 Juni, Ini Syarat dan Jadwal PPDB Offline di Karimun

Sempat Adu Mulut, Berikut Kesepakatan RSBP Batam dengan Keluarga PDP Covid-19 Meninggal Dunia

"Kekurangan makanan yang meluas dan kekurangan gizi di Korea Utara, diperburuk oleh penutupan perbatasan hampir lima bulan dengan China dan langkah-langkah karantina yang ketat terhadap Covid-19,” kata Pakar hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Selasa dikutip Daily Star.

Korea Utara, tempat kelaparan pada pertengahan 1990-an diyakini telah menewaskan 3 juta orang, tidak melaporkan kasus Covid-19 ke Organisasi Kesehatan Dunia.

Pelapor Khusus PBB, Tomas Ojea Quintana
Pelapor Khusus PBB, Tomas Ojea Quintana (AFP via Getty Images)

Menurut Ojea Quintana, pandemi telah membawa kesulitan ekonomi yang drastis ke Korea Utara, dengan penurunan 90% dalam perdagangan dengan China pada bulan Maret dan April yang menyebabkan hilangnya pendapatan rakyat.

Ia mengkhawatirkan tentang laporan peningkatan jumlah tunawisma di kota-kota besar dan meroketnya harga obat-obatan.

"Semakin banyak keluarga makan hanya dua kali sehari, atau hanya makan jagung, dan ada yang kelaparan."

Zuraida Hanum Otak Pelaku Pembunuhan Suaminya Hakim Jamaluddin Dituntut Seumur Hidup

Ojea Quintana mendesak Pyongyang untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan disampaikan tanpa batasan.

Bantuan telah ditangguhkan di luar ibu kota, meninggalkan stok vaksin dan bantuan lainnya terdampar di perbatasan.

Dia mendesak Korea Utara untuk membebaskan tahanan selama pandemi, mengutip catatan kematian tahanan yang disebabkan oleh kerja keras, kekurangan makanan, penyakit menular dan kepadatan penduduk.

Situasi suram
Elisabeth Byrs, juru bicara Program Pangan Dunia PBB, mengatakan kepada wartawan bahwa situasi kemanusiaan di Korea Utara tetap suram.

Kim Jong-un bersemangat dalam pertemuan itu
Kim Jong-un bersemangat dalam pertemuan itu (KCNA VIA KNS / AFP via Getty Image)

“Lebih dari 10 juta orang, atau 40% dari populasi, membutuhkan bantuan kemanusiaan,” katanya.

WFP atau Program Pangan Dunia berharap untuk membantu 1,2 juta orang di Korea Utara dengan jatah makanan tahun ini.

Byrs mengatakan kekurangan gizi yang meluas telah menggangu kesehatan dan perkembangan anak-anak, dengan satu dari lima di bawah usia lima tahun terhambat perkembangannya serta ibu hamil dan menyusui.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Warga Korea Utara Kelaparan Setelah Perbatasan dengan China Ditutup untuk Mengatasi Virus Corona

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved