Breaking News:

Ajukan Banding, Pengacara Aulia Kesuma Surati Komisi III DPR dan Jokowi, Minta Hukuman Mati Dihapus

Pengacara dua terdakwa kemudian menjelaskan terkait hukuman mati yang sebenarnya sudah tidak relevan diterapkan dalam hukum pidana.

KOMPAS.COM/WALDA MARISON
Aulia Kesuma (kiri) dan Geovanni Kelvin (kanan) di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Aulia Kesuma divonis hukuman mati.

Ia merupakan terdakwa kasus pembunuhan berencana dengan korban Pupung Sadili dan M. Adi Pradana.

Tak hanya Aulia Kesuma, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga telah memvonis mati terdakwa lainnya yakni Geovanni Kelvin.

Dia diketahui adalah anak dari Aulia Kesuma.

Pihak terdakwa tidak terima atas putusan tersebut dan mengajukan banding.

Pengacara dua terdakwa kemudian menjelaskan terkait hukuman mati yang sebenarnya sudah tidak relevan diterapkan dalam hukum pidana.

"Kami terus terang sebagai kuasa hukum melihat ini terlalu sadis. Pertama semua negara sudah menghapus yang namanya hukuman mati dan kasus apapun baik pembunuhan, baik tindak pidana korupsi ataupun kasus lain," kata Firman saat ditemui usai sidang putusan kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (15/6/2020).

Ia menuturkan vonis hukuman mati bertentangan dengan deklarasi universal terkait hak asasi manusia (HAM).

Vonis tersebut dinilai akan bertentangan dengan deklarasi tersebut.

"Karena semua negara menghapus hukuman mati. Kenapa Indonesia masih bersikeras ada hukuman mati? di deklarasi universal hak asasi manusia semua sudah hampir semua dihapuskan. itu yang akan kita perjuangkan," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Anne Maria
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved