BATAM TERKINI
Minim Penumpang, 2 Kapal dari Batam ke Tembilahan Setop Operasi Lagi, Sempat Berlayar 2 Kali
Kasi Tertib Berlayar KSOP Batam, Rudi bilang, dua kapal tujuan Tembilahan ini sempat berlayar. Namun disetop lagi karena sepi penumpang
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sempat berlayar beberapa hari, dua kapal tujuan Tembilahan dari Batam kembali menyetop pelayarannya.
Hal itu lantaran sepi penumpang.
Dua kapal ini, yakni kapal SB Kurnia II dan kapal Sun Riko. Sebelumnya mereka mengajukan jadwal pelayaran ke Tembilahan.
"Hari ini tak jalan, mereka sempat berlayar kemarin. Baru dua hari, namun penumpang tujuan Tembilahan sepi, mereka menyetopnya kembali," ujar Kepala Seksi Tertib Berlayar Kantor Otoritas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, Rudi, Rabu (17/6/2020).
Ia mengatakan, penumpang ke Tembilahan masih sedikit, sehingga minim penumpang yang akan berangkat.
• Ditanya Sule Jika Berjodoh Kembali dengan Gisel, Gading Marten: Harusnya akan Lebih Baik
Sebelumnya kapal yang melayani pelayaran tujuan Tembilahan itu sudah satu bulan setop operasi. Kemudian PT Batam Lestari Abadi, manajemen perusahaan kapal SB Kurnia II memutuskan untuk membuka kembali jadwal operasi kapal.
Kapal yang dijadwalkan berlayar dari Pelabuhan Domestik Sekupang Batam menuju Pelabuhan Tembilahan Riau pada Senin (15/6/2020) lalu, kini diberhentikan sementara sampai kondisi penumpang mulai stabil.
Dua kapal itu melayani pelayaran tujuan Tembilahan dan Kuala Tungkal.
Untuk diketahui, kapal tujuan Bengkalis dan Dumai hingga kini masih belum beroperasi.
Beroperasi Kembali
Setelah satu bulan stop operasi, manajamen perusahaan PT Prima Rahmat Abadi kapal SB Rahmat Jaya memutuskan untuk membuka kembali jadwal operasi kapal.
Kapal dijadwalkan akan berlayar dari Pelabuhan Domestik Sekupang Batam menuju pelabuhan Tembilahan Riau, Rabu (10/06/2020) pagi.
Humas Kantor Kesyabandaran Otoritas Dan Pelabuhan (KSOP) Batam, Aina mengatakan bahwa kapal RB Rahmat Jaya kembali berlayar ke Tembilahan.
"Mereka kembali beroperasi, sudah mengajukan surat izin berlayar," ujarnya.
Petugas sandar kapal Pelabuhan Domestik Sekupang, Boby menyebutkan Kapal SB Rahmat Jaya tujuan Tembilahan Riau dijadwalkan akan berlayar pukul 09:30 WIB.
• JADWAL dan Tahapan PPDB Batam 2020 Untuk SD dan SMP, Daftar Lewat Link http://ppdb-batam.id
• BUKAN Akibat Server Down, Ini Penyebab Link http://ppdb-batam.id Susah Diakses
"Iya, kapal Rahmat Jaya kembali berlayar, sudah dijadwalkan pukul 09:30 ini," ujarnya.
Dikatakannya sejak pelayaran ke Riau ditutup dari awal bulan Mei tidak ada kapal ke Trmbilahan yang jalan.
Namun, hari ini sudah kembali beroperasi walaupun baru satu kapal.
Untuk kapal tujuan Dumai, kata dia, masih belum beroperasi.
"Kapal tujuan Dumai dan Bengkalis masih stop operasi," sebutnya.
Sementara pagi ini Pelabuhan Domestik Sekupang masih terpantau normal, beberapa penumpang pelabuhan mulai memadati ruang tunggu.
Masih Gunakan Kartu Kesehatan
Sementara itu, Surat edaran Dinas Perhubungan (Dishub) Batam terkait pemberlakuan penumpang masuk Batam wajib menunjukkan hasil repid tes atau PCR menuai pro kontra di kalangan petugas pelabuhan.
Pelabuhan Domestik Sekupang, hingga Selasa (9/6/2020) belum menerapkan surat tersebut.
Pantauan TRIBUNBATAM.id penumpang yang datang hanya mengumpulkan surat Health Alert Card atau kartu kuning.
"Belum ada harus menunjukkan hasil repid test atau PCR, masih seperti biasa hanya mengisi kartu kuning," ujar seorang petugas Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) saat mengumpulkan kartu kuning penumpang yang baru saja tiba di pelabuhan domestik.
• WARGA Batam Melanggar Protokol Kesehatan Tak Akan Diberi Sanksi, Jefridin: Ditegur Lebih Terhormat
Tidak diberlakukannya surat edaran itu, bukan tanpa alasan, sebab penerbitan surat edaran dinilai tanpa rapat koordinasi dan dasar yang kuat.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Survei Lan Evidemiologi, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Batam, Romel Simanungkalit saat dihubungi mengatakan, hingga saat ini penumpang domestik masuk Batam tetap menerapkan protokol kesehatan namun bukan Repid test atau PCR.
"Tetap menjalankan protokol kesehatan, namun bukan Repid test atau PCR, pengecekan suhu tubuh, mengisi Health Alert Card (HAC/kartu kuning) dan pastinya wajib masker dan sosial distancing," ujarnya.
Terkait adanya surat edaran Dishub Batam masuk Batam harus menunjukkan hasil repid test atau PCR, Romel menilai belum dapat diterapkan.
"Saya kira perlu dikaji lagi dasar penerbitan surat edaran itu, masalah pelayaran ataupun pelabuhan itu sudah kewenangan langsung oleh KSOP dengan kordinasi pusat," ujarnya.
Lain hal, jika mengatur pelabuhan rakyat atau pelabuhan pancung.
Dan seharusnya pun jika penerbitan surat edaran yang diberlakukan secara menyeluruh untuk pelabuhan yang ada di Batam harusnya yang mengeluarkan surat edaran Walikota.
Kendati demikian, Selasa (9/6/2020) sejumlah personil petugas Dishub Batam tampak berjaga di pintu kedatangan pelabuhan.
Mereka mengawasi setiap penumpang yang datang.
"Penumpang wajib rapid test belum diterapkan, namun dari pimpinan kota diminta untuk melakukan pengawasan di sini," ujar seorang petugas Dishub Batam, Arison bersama tiga orang rekannya di pintu pengecekan kedatangan penumpang.
Terpisah, Humas Kantor Kesyahbandaran Otoritas Dan Pelabuhan (KSOP) Aina mengatakan pihaknya belum dapat menerapkan kebijakan tersebut.
"Belum ada pak, protokol kesehatan masih seperti biasa, belum wajib menunjukkan hasil rapid test," ujarnya.
Dikatakannya pihaknya belum ada melakan rapat terkait hal edaran tersebut. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)