BATAM TERKINI
BEGINI Reaksi Para Pedagang Pasar Tos 3000 Batam Terkait Rencana Penutupan Pasar Selama 3 Hari
Sejumlah pedagang di Pasar Tos 3000 Jodoh, Batam mulai bereaksi terkait rencana penutupan pasar selama 3 hari saat dilakukan penataan ulang.
"Tidak ditutup saja sudah merugi apalagi dilakukan penutupan," kata Burhan.
Selama Covid-19 melanda, dia terpaksa harus mengambil uang tabungan untuk membayar gaji karyawan, karena pasar sepi tidak seperti dahulu.
Menurut Burhan jika dilakukan penutupan pasar maka banyak faktor yang dirugikan, ada ribuan pedagang dan karyawan yang menggantungkan hidupnya di pasar Tos 3000.
Kebanyakan pedagang takut adanya Covid-19, namun harus ke pasar untuk makan anak dan istri.
Adapula tidak sebeberapa takut Covid-19 apabila menjaga kebersihan.
Kerumunan pembeli di pasar Tos 3000 karena para sebelum membeli kebutuhan pembeli memilih barang yang hendak dibelinya.
Pembeli ketika memilih barang ada menggunakan sarung tangan dari plastik, namun lebih banyak yang tidak menggunakannya.
2.500 Pedagang Bakal Ditata Ulang
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, dalam waktu dekat akan ada penataan ulang pedagang di Pasar TOS 3000 Batam'
Sebagaimana diketahui, saat ini ada 2.500 pedagang di pasar yang berlokasi di Jodoh, Batam tersebut.
Sementara itu, saat ini ada sebanyak 13 pasien positif covid-19 di Batam yang terkait dengan pasar tersebut.
"Ya benar, berdasarkan data ada kurang lebih 2.500 pedagang di situ, akan kita tata ulang semua pedagangnya," ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (17/6/2020).
Agar kondusif dan lancar, rencananya pemerintah akan meminta bantuan dari aparat seperti anggota TNI proses penataan ulang.
Diperkirakan, proses penataan ulang pedagang ini akan membutuhkan waktu maksimal lima hari.
• JADWAL Layanan Pengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Batam Selama Masa New Normal
• BARU 334 dari 1.235 Pedagang Pasar TOS 3000 Jalani Rapid Test, Kadinkes Ungkap Rencana Tes Massal
Selama proses ini, para pedagang Pasar Tos 3000 diminta agar menghentikan pemesanan komoditas sayur yang biasa dilakukan.