Breaking News:

VIRUS CORONA

Dexamethasone Diklaim Jadi Obat Covid-19, BPOM Kepri Ungkap Sebaliknya, Ini Efek Sampingnya

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irawan bilang dexamethasone tidak dapat digunakan untuk pencegahan Covid-19

AFP/Justin Tallis
Seorang apoteker memegang sekotak tablet dexamethasone di sebuah toko kimia di London. Steroid dexamethasone pada Selasa (16/6/2020) diperlihatkan sebagai obat pertama yang secara signifikan mengurangi risiko kematian pada kasus pasien COVID-19 yang parah. Uji coba ini dipuji sebagai "terobosan besar" dalam perang melawan Covid-19. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dexamethasone disebut-sebut sebagai salah satu obat untuk penanganan Covid-19.

Apa tanggapan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)?

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irawan menjelaskan bahwa Dexamethasone adalah golongan steroid, merupakan obat keras yang terdaftar di Badan POM RI.

Pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter.

"Dexamethasone tidak dapat digunakan untuk pencegahan COVID-19," sebut Yosef, baru-baru ini.

Tunggu Rekomendasi Pusat, PAN Batam Belum Umumkan Koalisi Partai dan Calon untuk Pilwako

Resep Bubble Milk Tea, Minuman Enak yang Menyegarkan, dengan Cara Pembuatan yang Mudah

Ia melanjutkan, saat ini belum ada obat yang spesifik untuk COVID-19, walaupun beberapa obat telah dipergunakan untuk penanganan COVID-19 sebagai obat uji.

Yosef mengatakan, bahwa penggunaan obat Dexamethasone harus sesuai dengan resep dokter dan tidak bisa sembarangan.

"Dexamethasone yang digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter, yang digunakan dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan efek samping menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan tekanan darah, diabetes, moon face dan masking effect serta efek samping lainnya yang berbahaya," jelasnya.

Yosef mengatakan, hasil penelitian Universitas Oxford terkait penggunaan Dexamethasone menunjukkan penurunan kematian hanya pada kasus pasien COVID-19 yang berat yang menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan) atau memerlukan bantuan oksigen.

"Obat ini tidak bermanfaat untuk kasus COVID-19 ringan dan sedang atau yang tidak dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved