VIRUS CORONA DI BEIJING
Harapan Warga Beijing Berguguran, Kasus Virus Corona Kembali Meningkat dan Timbulkan Kekhawatiran
Sejak wabah baru muncul 11 Juni lalu, Beijing sudah menutup 40 kawasan pemukiman yang dianggap beresiko tinggi, membatalkan ribuan penerbangan, dan...
TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Harapan warga Beijing berguguran setelah kembali meningkatnya jumlah kasus virus Corona.
Padahal sebelumnya, dalam 56 hari berturut-turut sempat tidak ada penularan sama sekali yang terjadi di kota itu.
Diberitakan, bahwa sebagian besar sumber penularan berasal dari Pasar Xinfandi, yakni sebuah pasar grosir sayur dan buah terbesar di ibu kota China tersebut.
Saat warga mulai diizinkan kembali untuk melakukan perjalanan singkat, dengan kehidupan normal yang perlahan kembali, kini dilaporkan Beijing memiliki 227 kasus dalam waktu 10 hari.
Ketika Wuhan, kota asal munculnya virus Corona melaporkan adanya lebih dari 50 ribu kasus sejak awal pandemi, Beijing hanya memiliki 590 kasus.
Sejak wabah baru muncul pada 11 Juni lalu, Beijing telah menutup setidaknya 40 kawasan pemukiman yang dianggap beresiko tinggi, membatalkan ribuan penerbangan, dan melakukan tes terhadap lebih dari dua juta warga dalam sepekan.
"Saya sekarang bisa merasakan apa yang pernah dialami oleh Warga di Wuhan. Berat sekali," kata seorang netizen bernama Kwanchi di media sosial China Weibo, setelah tingkat waspada corona di wilayah tempat tinggalnya naik dari menengah menjadi tinggi.
"Meski saya percaya wabah ini akan segera berlalu, saya takut," lanjut Kwanchi, seperti diberitakan ABC pada Selasa (24/6/2020).
"Rasanya dekat sekali"
Lily Yu, usia 30 tahun, adalah salah seorang warga Beijing yang sudah disarankan untuk menjalani tes Covid-19.
"Saya tinggal di distrik Fengtai, pusat wabah, jadi saya merasa dekat sekali sekarang ini," kata Lily Yu kepada ABC.
"Sudah diumumkan lewat pengeras suara sore ini, jika saatnya pemukiman dimana saya tinggal untuk melakukan tes corona."
Distrik Fengtai di sebelah selatan Beijing adalah lokasi Pasar Xinfadi, yang disebut sebagai pasar produk pertanian terbesar di Asia.
• Nongsa Becomes a New Normal Tourism Pilot, Batam Nongsapura Port Manager Welcomes Positive
• Pemerintah Arab Saudi Umumkan Protokol Ibadah Haji 2020, Hanya Izinkan 1000 Orang Jemaah
Lily mengungkapkan, jarak Xinfadi dengan rumahnya hanya 3 km. "Ayah saya sering ke sana membeli sayur dan buah, namun sudah tidak ke sana lagi belakangan," ujar dia.
"Daging lebih murah di Xinfadi dibandingkan di supermarket, itulah sebabnya begitu banyak orang ke sana untuk belanja," tambah dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pengantar-barang-di-pasar-xinfadi-tertahan-di-luar-pasar-setelah-pemerintah-kota-beijing.jpg)