VIRUS CORONA DI BATAM
Dihantam Corona, Properti Batam Terpukul, Pengembang Siapkan Konsep Penjualan Baru Pikat Konsumen
Untuk menghadapi tantangan pandemi, Ketua DPD REI Batam, Achyar menyiasati era baru dengan menyiapkan konsep dan produk dengan lebih matang lagi
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia turut memberikan dampak pada surutnya kegiatan ekonomi Indonesia.
Seluruh sektor bisnis dan industri pun terdampak, termasuk sektor properti.
Pukulan telak terhadap penjualan properti diakui oleh Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan.
"Dunia memang sedang babak belur dan sedang sulit. Yang pastinya kami sangat terpukul, semua transaksi tentunya drop, karena pusat kegiatan sehari-hari manusia berada di rumah.
Saat ini hanya kredit lama yang berjalan dan KPR saat ini keadaannya nyaris setop. Padahal KPR merupakan uang masuk untuk properti," ujarnya, baru-baru ini.
• Fakta Tak Mengejutkan di Balik Makam yang Viral karena Dicat Warna-Warni, Ada Cerita Seram
• Awkarin Bawa Kucing yang Viral Nge-Freeze ke Klinik Hewan dan Diinfus, Begini Diagnosa Dokter
Dikatakannya, saat diawal tahun 2019, kondisi properti di Kota Batam menunjukkan peningkatan hingga masuk ke awal tahun 2020.
"Kita sangat optimis, kemudian siapa yang menyangka akan dihantam badai virus Corona hingga semua aspek ikut terdampak selain bidang kesehatan tentunya," ujarnya.
Oleh karena sektor properti ikut terganggu, menjadi tugas besar bagi pihak-pihak properti untuk bertahan dan mempertajam pemasaran yang berubah ke arah digital.
"REI sangat mendukung adanya new normal, dan telah mendekati banyak pihak agar KPR dibuka kembali. Minta agar kredit rekonstruksi bisa dilonggarkan. Dan juga agar pusat perbelanjaan dapat pulih dan uangnya bisa diputar kembali.
Karena saat ini kegiatan transaksi mengalami penurunan," ujarnya.
Untuk menghadapi tantangan pandemi, Achyar menyiasati era baru dengan menyiapkan konsep dan produk dengan lebih matang lagi dan siap menghadapi perilaku konsumen yang cenderung berubah seiring dengan berubahnya situasi saat ini.
"Tentunya momen ini memberikan kita kesempatan khususnya bagi para pengembang untuk lebih mematangkan media sosial untuk penjualan," ujarnya.
Sementara itu, General Manager Meisterstadt Batam, Richie Laseduw mengaku, saat ini merupakan masa-masa curhat untuk penjualan properti. Adanya perlambatan ekonomi mengakibatkan angka penjualan menjadi turun.
"Apalagi saat transportasi mulai dibatasi, mulai dari darat, udara, hingga air yang otomatis semua sektor ikut melemah hingga perekonomian. Melihat tren penjualan saat ini memang tidak semudah saat sebelumnya, namun tetap ada walaupun tidak seperti saat sebelum pandemi menyerang.
Saat ini kita memusatkan perhatian pada proyek saja yaitu menjadi developer dengan konsep superblock pertama yang ada di Kota Batam. Dengan dimulai dari harga Rp 500 juta, orang-orang bisa memiliki seluruh fasilitas yang kita tawarkan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/achyar-arfan_20170405_222902.jpg)