TRIBUN WIKI
PERBEDAAN Tekanan Darah Tinggi Alias Hipertensi Primer dan Sekunder, Kenali Faktor Risiko
Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi berdasarkan penyebabnya bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni hipertensi primer dan sekunder.
- Penekan sistem daya tahan tubuh
- Obat dekongestan
Sementara itu, gejala hipertensi sekunder bisa berbeda-beda, tergantung jenis kondisi dan penyakitnya.
Berikut beberapa tandanya:
- Pheochromocytoma: berkeringat, jantung berdebar, sakit kepala, cemas
- Sindrom Cushing: berat badan bertambah, lemas, pertumbuhan rambut abnormal, terlambat haid, muncul garis ungu di kulit perut
- Masalah tiroid: lelah, berat badan naik atau turun secara drastis, intoleransi panas atau dingin
- Sindrom Conn: lemah atau lesu karena kadar kalium merosot
- Sleep apnea: lelah atau mengantuk di siang hari, mendengkur, napas berhenti saat tidur
Mengingat hipertensi sekunder relatif jarang dan biaya skriningnya cukup mahal, tenaga medis cukup selektif untuk melakukan pengujian.
Ada beberapa faktor untuk menentukan perlu tidaknya seseorang dengan tensi di atas 130/80 mmHg diberi rekomendasi pemeriksaan hipertensi sekunder, antara lain:
- Usia di bawah 30 tahun memiliki darah tinggi tanpa riwayat keluarga atau faktor risiko lainnya
- Pasien yang sudah menjalani pengobatan hipertensi tapi kondisinya tak kunjung membaik
- Obesitas
- Kadar potasium ajek rendah atau kadar kalsium selalu tinggi
Untuk mendiagnosis hipertensi sekunder, penyedia layanan kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, USG ginjal, pemeriksaan kelenjar, dan cek tensi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perbedaan Hipertensi Primer dan Hipertensi Sekunder".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hipertensi_20170504_101205.jpg)