ANAMBAS TERKINI

Pemasaran Produk UMKM Anambas Lewat Aplikasi Online Masih Minim, Kepala Dinas Ungkap Kendalanya

Penggunaan aplikasi e-commerce oleh pelaku UMKM Anambas masih kurang diperhatikan oleh pembeli yang sering berbelanja online.

TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Anambas, Usman. Sejauh ini pemasaran produk menggunakan aplikasi e-commerce oleh pelaku UMKM Anambas masih kurang diperhatikan oleh pembeli yang sering berbelanja online. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan aplikasi jual beli online ternama seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan Aruna, beberapa waktu lalu.

Hal ini untuk meningkatkan pendapatan pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) masyarakat kepulauan Anambas.

Diketahui, beberapa jenis makanan khas daerah Anambas sudah banyak dimasukkan ke dalam aplikasi e-commerce ini.

Seperti kerupuk atom, ikan lada gorom, dan masih ada beberapa jenis makanan khas Anambas yang dipasarkan melalui aplikasi e-commerce tersebut.

"Kita terakhir kali ada kerjasama dengan salah satu aplikasi e-commerce yaitu Aruna, Aruna ini mereka memasarkan hasil-hasil perikanan dan pertanian," ucap Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM), Usman saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/6/2020).

Sudah 3 Minggu Remaja Putri di Tanjungpinang Tak Pulang, Plt Wali Kota: Pulanglah, Orang Tuamu Rindu

Jatuh dari Motor dan Alami Luka-luka, Perempuan Muda di Bintan Jadi Korban Jambret, Ini Kata Polisi

Sejauh ini pemasaran menggunakan aplikasi e-commerce oleh pelaku UMKM Anambas masih kurang diperhatikan oleh pembeli yang sering berbelanja online.

"Penjualannya itu sendiri belum banyak minat, karena kita kan juga baru masukkan ke aplikasi itu, kemarin kita juga sudah rapat kita cari permasalahan apa yang jadi kendala kita berjualan melalui aplikasi ini, kemungkinan kendala kita ini di transportasi, ongkir ke luar saja mahal sekali," terang Usman.

Sementara itu ada beberapa produk olahan ikan seperti lade gorom yang memang ketahanan awetnya sekitar 3 hari, sedangkan untuk dikirim keluar membutuhkan waktu hingga 3 hari lebih, dan itu juga menjadi suatu kendala bagi pelaku UMKM Anambas.

"Kemarin juga saya ada ngobrol dengan pelaku UMKM yang ingin memasarkan produk ikan lade gorom, saya tanyakan tahan berapa hari jika dikirim ke luar Anambas, dia bilang tak sampai 3 hari, yang kita takutkan nanti itu sampai ditangan pembeli sudah bau atau tidak bisa dimakan lagi, itu juga jadi kendala kita," ungkapnya.

Tentunya jika tetap dijual di aplikasi e-commerce tersebut, akan merugikan pelaku usaha.

Halaman
12
Penulis: Rahma Tika
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved