VIRUS CORONA DI BATAM

Pemerintah Beri Kelonggaran Sejak 15 Juni, Tingkat Hunian Hotel di Batam Masih Rendah

Kunjungan wisatawan asala Singapura memang memberi kontribusi besar bagi tingkat hunian kamar hotel di Kota Batam, Provinsi Kepri.

Instagram/leeshotelbatam
Ilustrasi kamar hotel di Batam - Tingkat hunian kamar masih rendah, meski pemerintah sudah memberi kelonggaran bagi pelaku pariwisata di Kota Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Kebijakan melonggarkan aktivitas keramaian sejak pandemi Covid-19 di Kota Batam belum berdampak banyak pada tingkat hunian kamar hotel.

Hotel Bintang 4 di Batam, I Hotel misalnya. Head Sales and Marketing I Hotel Batam, Dita menyebut, okupansi hotelnya saat ini masih sama seperti Kota Batam dinyatakan sebagai zona merah Covid-19, yaitu sekitar 25 persen.

Jumlah ini jauh menurun jika dibandingkan dengan okupansi sebelum pandemi Covid-19 melanda Kota Batam.

“Sejauh ini belum naik. Tapi kami telah siap untuk menyambut New Normal dengan menerapkan prosedur pencegahan preventif. Kami mengutamakan keselamatan dan kenyamanan tamu kami,” ujarnya kepada TribunBatam.id, Selasa (30/6/2020).

Menurutnya, salah satu strategi untuk menaikkan okupansi dengan memberikan harga spesial saat tamu melakukan check in.

Kondisi itu pun sebenarnya tak banyak membantu. Apalagi, hampir seluruh hotel di Batam bergantung dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Sementara, kunjungan wisman belum terlalu efektif.

“Kalau wisatawan memang belum ada. Yang in house sebatas pekerja yang memang mereka masih ada kerjaan di Batam,” tambahnya.

Dita tak memungkiri, wisman asal Singapura cukup mendominasi jumlah kunjungan di Batam.

Jika mereka belum berkunjung ke Batam, imbasnya begitu terasa.

Halaman
123
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved