BATAM TERKINI

Konflik dengan 1 Hotel di Batam, Wahyu Ngaku Tak Bisa Tidur, Terbayang Didatangi Polisi Bersenjata

Di tengah perseteruan dia dengan Hotel Hana, Wahyu dilanda rasa kecemasan. Sebab, ia harus memikirkan nasib istrinya dan keluarganya di kampung

TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Wahyu Azhari (tengah pakai topi) sedang diapit kuasa hukum dan keluarga. Ia diberikan kata-kata semengat setelah mendapat ancaman fisik beberapa hari lalu, Rabu (1/7/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hatinya masih gelisah disertai rasa cemas. Bukan karena banyak utang atau pun ditinggalkan orang yang ia sayang.

Tetapi, saat ia membayangkan didatangi seorang polisi dengan pakaian lengkap dan senjata laras panjang, muncul rasa gelisah disertai ketakutan.

Sebagai orang awam, kaki dan bibirnya langsung gemetaran sesaat kejadian. Hal inilah yang dialami Wahyu Azhari, karyawan Hotel Hana Batam jika mengingat kembali kejadian itu.

Ia bercerita, beberapa hari lalu sebelum kejadian, dia sempat berseteru mulut dengan Edison, Manajer Operasional Hana Hotel, atasan kerjanya.

Ditengarai tuduhan pihak hotel kepadanya atas pencurian sejumlah uang. Lalu pada saat yang sama, Edison memanggil seorang Babinkamtibmas.

Pembebasan Biaya Tarif Listrik Akibat Covid-19 Diperpanjang Hingga September, Berikut Caranya

Lagi, Kejagung Periksa 5 Saksi dari Pejabat BC Batam, Dalami Kasus Dugaan Korupsi Importasi Tekstil

"Saat tiba, saya lihat ada pak polisi pakaian lengkap dengan senjata yang panjang. Saya langsung ketakutan. Padahal, saya hanya omong baik-baik dengan pak Edison.

Saya sempat mendapat ancaman pada saat itu. Saya terdiam, tak bisa apa-apa. Saya masih gelisah dan cemas, saat saya ceritakan sama istri dia juga ikut gelisah dan dihantui rasa ketakutan.

Kalau saya ingat, saya kadang termenung. Jujur mas, Lillahi Ta'ala tidak ada saya curi uang itu tapi saya dipaksa ngaku, bayangkan itu," katanya, Rabu (1/7/2020) sore kepada Tribun.

Di tengah perseteruan dia dengan Hotel Hana, lagi-lagi Wahyu dilanda rasa kecemasan. Sebab, ia harus memikirkan nasib istrinya dan keluarganya di kampung. Di tengah pandemi global yang memukul sendi-sendi perekonomian hilang pekerjaan. Ya, Wahyu mengaku sebagai tulang punggung keluarga selama ini.

"Makanya saya pusing bang. Saya juga takut keluar rumah selama beberapa hari setelah kejadian ini. Saya takut. Untuk menghilangkan rasa kejenuhan dan ketakutan setelah dirumahkan, saya hanya bisa mengunjungi rumah kawan saya di Batam. Tak ada kerja. Tak ada penghasilan. Pekerjaan sudah sulit," katanya.

Halaman
123
Penulis: Leo Halawa
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved