PPDB KARIMUN
Disdik Karimun Minta Orangtua Utamakan Seragam Wajib, Ini Kebijakan Baju Sekolah di Batam dan Bintan
Kadisdik Karimun, Bakri Hasyim juga melarang sekolah menyelenggarakan pengadaan baju seragam.
Tak hanya dirinya, beberapa orangtua murid lainnya juga belum memperoleh informasi ini langsung dari pihak sekolah. Tahapan menjelang dimulainya tahun ajaran baru, hanya sebatas penyerahan formulir daftar ulang.
"Saya dengar dari orangtua murid lainnya juga pada belum dikasih tahu dari sekolahnya," tambah Dyni.
Tidak hanya Dyni, imbauan dari Pemerintah Kota ( Pemko ) Batam mengenai keringanan kepada orangtua/walimurid terkait seragam sekolah juga dirasakan warga Kaveling Mandiri, Kecamatan Sagulung, Leni.

Hanya saja orangtua bertanya sampai kapan anak baru bisa masuk sekolah.
Ditengah wabah virus corona yang terjadi saat ini di Kota Batam, membuat ekonomi masyarakat sangat terpukul, sementara pengeluaran sangak banyak.
"Kita sangat terbantulah, hanya saja sampai kapan kita diberikan keringanan," ucapnya.
Leni mengatakan dirinya baru mendaftarakan anaknya ke SMPN di Kecamatan Sagulung.
Ia mengatakan, biaya seragam sekolah biasanya menjadi hal yang cukup memberatkan saat PPDB Batam.
• Covid-19 di Amerika Serikat Diprediksi Melonjak Pada Oktober Mendatang, Ada Apa?
• Deretan Kontroversi Vicky Prasetyo, Batal Menikah dengan Zaskia Gotik hingga Resmi Ditahan Saat Ini
Selain jumlah yang harus dibayarkan tidak sedikit, uang yang harus disetorkan juga harus segera sebagai syarat peserta didik dapat memulai kegiatan belajar mengajar.
"Biasanya seragam itu, biayanya cukup mahal, apalagi di Kepri ini banyak baju seragam sekolah kalau tidak salah ada lima jenis yakni putih biru, Pramuka, batik, melayu, olahraga," keluhnya.
Junia, orangtua murid lainnya di Sagulung juga mengaku senang dengan adanya himbauan dari pemerintah kota Batam tersebut.
Dia berharap pemerintah memberikan keringan kepada orangtua murid, untuk mencicil biaya pembelian seragam dan biaya perlengkapan lainnya.
"Anak kita sekolah pasti menggunakan seragam. Kami berharap meski saat ini sudah diberi keringanan. Kedepan kami berharap diberikan keringan kepada orangtua agar bisa mencicil pembayaran biaya perlengkapan sekolah," kata Junia.(TribunBatam.id/Elhadif Putra/Alfandi Simamora/Ian Sitanggang/Hening Sekar Utami)