Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Nazamudin Penyintas Covid-19 di Tanjungpinang, 'Corona Bukan Aib Untuk Ditakuti'

Sembuh dari Covid-19 belum tentu terbebas dari stigma negatif masyarakat. Nazamudin sempat mendapat penolakan dari warga

TribunBatam.id/Endra Kaputra
Pasien sembuh virus Corona di Tanjungpinang, Nazamudin (kiri) bersama Kabiro Tanjungpinang, Endra Kaputra, Selasa (7/6). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Nazamudin masih ingat gejala yang ia alami sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan setelah dinyatakan positif Covid-19.

Pria yang tinggal di Tanjungpinang, Provinsi Kepri ini tidak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT karena berhasil melewati masa-masa sulit itu.

Pria yang aktif berdakwah ini, merupakan penyintas Covid-19 di Tanjungpinang.

Dalam News Webilog Tribun Batam, Nazamudin awalnya mengikuti kegiatan di Malaysia selama 20 hari lamanya.

Setelah menjalankan kegiatan hingga 4 hari sisa waktu di negeri jiran tersebut, beberapa peserta acara terkonfirmasi Covid-19.

Petugas kesehatan di negeri tersebut melakukan karantina dan pengecekan. Acara pun dihentikan demi keselamatan semua umat yang ikut serta.

Nazamudin saat itu sebagai ketua rombongan memutuskan untuk pulang ke tanah air.

Dua hari setelah pulang ke Tanjungpinang, gejala pun mulai muncul hingga membuat anggota tubuhnya lemas dan susah digerakan.

"Saat saya pulang tidak ada gejala yang dirasakan. Saya pun sempat bertemu cucu karena kangen, serta anak laki-laki saya. Saya langsung periksa di klinik untuk berobat. Dokter Anik yang memeriksa saya bilang, kalau gejala saya ini mengarah ke Covid-19," ujarnya, saat ditemui di kantin Masjid Agung Al-Hikmah Tanjungpinang, Selasa (7/6) kemarin.

Dokter di klinik pun langsung berkomunikasi dengan petugas di Dinas Kesehatan Tanjungpinang.

Halaman
1234
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved