Senin, 13 April 2026

BATAM TERKINI

SISWA Batam Belajar Daring, Kini Guru Jadi Youtuber Orangtua Jadi Guru

Baru dua minggu sekolah mulai, sejumlah orangtua di Batam sudah banyak yang stres dan pusing. Pasalnya, orangtua harus aktif membantu anak belajar.

TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO
Rais (11) saat melihat materi pelajaran IPS melalui smartphone saat proses belajar darling 

Editor : Tri Indaryani

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Baru dua minggu sekolah mulai, orangtua sudah banyak yang stres dan pusing.

Sementara, hingga saat ini belum ada gambaran yang jelas, bagaimana pemerintah bisa menyelesaikannya.

Hingga saat ini, berbagai masalah di lapangan hanya ditanggung oleh guru dan orangtua.

"Gimana bilangnya, ya. Anak saya masih kelas satu, belum bisa baca, sementara dari sekolah minta agar anak diajari membaca. Tahulah anak kita sendiri sama orangtuanya, banyak kali tingkahnya. Dimarahi merajuk,” kata Restiana, orangtua siswa di Perumahan Anggara, Kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.

Belajar daring memang sangat menyiksa orangtua, terutama sekali jika anaknya banyak dan berbagai tingkatan.

Mutia, warga Kamboja, Kelurahan Sei Pelenggut, Sagulung, misalnya, memiliki dua anak yang saat ini duduk di kelas VIII SMPN dan kelas XI SMA di Sagulung.

"Kalau anakku yang SMA masih enaklah, kadang dia pergi ke sekolah. Anak saya yang SMP ini masih belajar online. Pelajarannya susah betul," kata Mutia.

Lebih rumit lagi bagi orangtua yang dua-duanya bekerja.

Jaringan Buruk, Kuota Mahal

Remi, seorang warga Tebing, Karimun, tak begitu mempermasalahkan smartphone ataupun kuota internet. Namun mereka kesulitan karena anaknya tak ada yang mengawasi di rumah.

Yadi, seorang siswa SMA di Karimun barharap bisa sekolah lagi karena belajar daring itu membosankan dan sulit.

“Seperti matematika, fisika dan kimia, kalau tak diajarkan langsung susah betul. Hampir semua kawan bilang begitu. Semalas-malas kami, kami maunya kembali belajar di sekolah,” katanya.

Para guru juga mengeluhkan hal yang sama.

Apapun kreativitas yang mereka lakukan untuk anak-anak didiknya, namun sulit dan tidak efektif.

Terutama sekali untuk anak-anak SD dan SMP yang membutuhkan perhatian langsung.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved