Selasa, 2 Juni 2026

BATAM TERKINI

SISWA Batam Belajar Daring, Kini Guru Jadi Youtuber Orangtua Jadi Guru

Baru dua minggu sekolah mulai, sejumlah orangtua di Batam sudah banyak yang stres dan pusing. Pasalnya, orangtua harus aktif membantu anak belajar.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO
Rais (11) saat melihat materi pelajaran IPS melalui smartphone saat proses belajar darling 

Sebab, materi pelajaran tidak semuanya bisa dipahami anak sehingga orangtualah yang harus mengajarkannya.

Orangtua siswa yang anaknya tingkat SMA di Bintan, Ahmad, lebih teruk lagi. Pelajaran anaknya jauh dari jangkauannya sehingga ia tidak bisa membantu.

“Anak tak tahu, nanya ke kita, kita lebih tak tahu lagi. Ada yang lupa, ada juga yang tak pernah kita pelajari,” katanya.

Untungnya, kata dia, anak-anaknya bisa bertanya pada gurunya melalui WhatsApp jika mengalami kesulitan. Ia juga merasakan bahwa baban guru lebih berat di masa pandemi ini karena bila biasanya masuk kelas hanya siang hari, kadang malam pun masih diganggu anak-anaknya yang belum paham mata pelajaran.

Hal itu diakui seorang guru bernama Lusina di Batam. Guru memiliki tugas mencerdaskan anak-anak dan menuntaskan program pembelajaran.

Saat ini mereka harus memutar otak bagaimana caranya agar pelajaran itu dipahami semua anak.

"Kita harus pastikan mereka mengerti. Kalau hanya melalui aplikasi, kita tidak bisa mengukur kemampuan anak,"kata Lusi.

"Terkadang kita sudah kirim vidio pembelajaran. Namun anak belum tentu mau menonton sampai selesai. Kuota juga bermasalah karena ekonomi siswa tidak semuanya sama,” katanya.

Guru pun semakin sibuk karena harus melayani murid yang tak mengerti.

Lain sekolah umum, lain lagi SMK yang banyak praktik.

Pelajaran kejuruan sejatinya harus dengan tatap muka dan tidak bisa diajarkan melalui daring.

Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Kepri Irwan mengatakan, pihaknya sedang mencari cara untuk proses belajar-mengajar siswa SMK. Saat ini, kata dia, sedang dirancang metodenya.

Tatap muka dibagi beberapa shift sehingga jumlah siswa yang belajar dengan guru dibatasi.

“Bagaimanapun tatap muka ini perlu bagi siswa SMK. Mereka nggak bisa Ada praktik kerja lapangan,” katanya. (dra/ian/blt/tik/ayf)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved