KEPRI TERKINI
KASUS Covid-19 Meledak, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar Rumahkan Stafnya
Bedanya dengan kebijakan WFH sebelumnya, pegawai yang berusia 50 tahun ke atas bekerja di rumah karena mereka usia rentan.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Meledaknya kasus baru di Tanjungpinang, terutama dari klaster Pemprov Kepri, membuat banyak pegawai yang bekerja di kantor Gubernur Dompak resah.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar pun langsung menerapkan kembali kebijakan work from home (WFH) di lingkungan kantornya.
Buralimar kepada TRIBUNBATAM.id mengatakan bahwa kebijakan ini bukan hal yang baru, tetapi pernah dilaksanakan pada April lalu, ketika pemerintah menerapkan work from home.
Kebijakan terbaru itu mulai diterapkan Senin (3/8) hari ini setelah melihat perkembangan terbaru di Tanjungpinang.
“Ya, kita prihatin dengan adanya klaster baru di lingkungan Pemprov Kepri. Makanya kita terapkan lagi kebijakan WFH untuk berjaga-jaga untuk sepekan ke depan,” kata Buralimar yang juga koordinator tim bersama Covid-19 Pemprov Kepri di Batam, Minggu (2/8/2020).
Buralimar mengatakan, kantor Dispar tetap buka seperti biasa, namun hanya sebagian pegawai yang bekerja dengan cara digilir.
• Covid-19 Pinang Melonjak, Sehari 37 Kasus
Sebagian lagi bekerja di rumah. Bedanya dengan kebijakan WFH sebelumnya, pegawai yang berusia 50 tahun ke atas bekerja di rumah karena mereka usia rentan.
“Tapi pejabat eselon III dan IV, seperti kepala bidan dan kepala sub bidang tetap masuk karena mereka kan mengkoordinir pekerjaan pegawai yang masuk,” katanya.
Hal lain yang dilakukan adalah melakukan disinfeksi seluruh lingkungan kantor serta melengkapi seluruh fasilitas kesehatan yang dibutuhkan, seperti masker, vitamin, hand sanitizer dan sabun untuk cuci tangan.
Ketika ditanya, apakah seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain juga menerapkan hal yang sama, Buralimar tidak tahu.
Namun langkah-langkah pencegahan tentunya juga sudah disiapkan oleh Sekdaprov Arif TS Fadillah untuk lingkungan kantor di Pemprov Kepri.
Ketika ditanya, apakah ia juga menjalani tes swab, Buralimar mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan swab karena ia tidak ikut rombongan pelantikan Gubernur Kepri ke Jakarta.
Selain itu, ia juga jarang ke Tanjungpinang sejak mendapat tugas khusus sebagai Koordinator Tim Bersama Penanggulangan Covid-19 Pemprov Kepri di Batam.
“Saya hari-hari kan tugas di Batam bersama tim bersama di Batam. Saya tidak ikut ke Jakarta juga karena banyak pekerjaan di Batam, bersama anggota tim dan relawan. Selama ini kami bekerja dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.
Meski demikian, kata dia, bisa jadi ke depan mereka juga akan melakukan rapid test atau swab untuk memastikan seluruh tim ini sehat.