Satu Orang Meninggal Dunia, Kasus DBD di Karimun Capai 247 Orang, Terbanyak di Tebing dan Meral
Seorang pasien DBD di Karimun meninggal dunia pada awal Juni lalu. Pasien berasal dari Meral.
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Karimun sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak 247 kasus pada Jumat (7/8/2020) lalu.
Dari jumlah ini, kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Tebing dan Meral. Masing-masing sebanyak 55 dan 53 kasus.
Dari jumlah itu juga, seorang pasien DBD meninggal dunia pada awal Juni lalu. Pasien berasal dari Meral.
"Kita harapkan tidak ada korban lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi.
Melihat jumlah kasus, Rachmadi mengatakan, kasus DBD yang terjadi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2019 lalu, kasus DBD yang tercatat sebanyak 232 kasus.
"Tahun lalu jumlah kasus DBD 232 kasus. Tahun ini 247 kasus," ujarnya.
• Sekda Kepri Dapat Kabar Gembira, Hasil Tes Swab 652 Warga di Tanjungpinang Negatif Covid-19
• Terpapar Covid-19, 6 WNA Asal Ukraina Batal Dikarantina di LPMP di Bintan, Ada Penolakan Warga
Untuk menekan kasus DBD, Dinkes telah melakukan berbagai upaya, di antaranya meminta kecamatan dan puskesmas untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk.
"Kita telah buat surat edarannya. Alhamdulillah bulan Agustus ini mulai menurun," katanya.
Kemudian, Rachmadi juga mengimbau agar masyarakat dapat bersama-sama melakukan pencegahan dengan gencar melakukan 3M plus.
"Jika ada anggota keluarga yang merasakan gejala-gejala DBD maka segera periksakan," tambahnya.
Mayoritas Anak-anak
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri kian memprihatinkan.
Dalam kurun waktu 3 hari, jumlah warga yang terjangkit demam berdarah bertambah menjadi 19 kasus.
Yang makin memprihatinkan, pasien terbanyak merupakan anak-anak.
Sebanyak 180 kasus demam berdarah tercatat di Dinas Kesehatan Karimun pada Kamis (16/7).