Satu Orang Meninggal Dunia, Kasus DBD di Karimun Capai 247 Orang, Terbanyak di Tebing dan Meral

Seorang pasien DBD di Karimun meninggal dunia pada awal Juni lalu. Pasien berasal dari Meral.

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
Petugas melakukan fogging setelah adanya kasus DBD di Kabupaten Karimun, beberapa waktu lalu. Kasus DBD di Karimun hingga Agustus 2020 mencapai 247 kasus, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. 

Jumlahnya kemudian melonjak menjadi 199 kasus pada Minggu (19/7).

Untuk jumlah terbanyak saat ini ditemukan di Kecamatan Tebing yakni sebanyak 45 kasus.

Wilayah terbanyak kedua terbanyak adalah Kecamatan Meral sebanyak 43 kasus.

Rachmadi menyebutkan, sebelum data terbaru ini diperoleh Kecamatan Meral merupakan wilayah terbanyak.

"Kini terbanyak Kecamatan Tebing. Sebelumnya Kecamatan Meral," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun, Rachmadi, Minggu (19/7).

Setelah Meral, kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Meral Barat dengan jumlah 34 kasus.

Kemudian Kecamatan Kundur dengan temuan 32 kasus.

"Untuk Tanjungbatu dalam dua tahun terakhir memang menunjukkan peningkatan," sebut Rachmadi.

 Kapal Puskel Husada 001 Terbakar di Anambas, Diduga Hubungan Pendek Arus Listrik

 Tourism in Anambas Back to Opened, Batu Lepe Starts Crowded

tribunnews
Penyemprotan (fogging) di Ranggam, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Kamis (16/7/2020). Penyemprotan dilakukan setelah dua kasus demam berdarah di lokasi ini. (TribunBatam.id/Elhadif Putra)

Selanjutnya Kecamatan Kundur Utara sebanyak 10 kasus dan Kundur Barat 6 kasus.

Saat ini sejumlah pasien DBD masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit.

Dijelaskan Rachmadi penyebab utama DBD di Kabupaten Karimun adalah karena kurangnya kesadaran masyarakat membersihkan tempat-tempat yang bisa dijadikan jentik nyamuk untuk berkembang.

"Cuaca juga bisa. Tapi kita tidak bisa memprediksi cuaca. Penyebabnya rata-rata karena kurang kepedulian masalah 3M," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Rachmadi masyarakat hendaknya harus melaksanakan 3M (Menguras, Menutup, Menguburkan) wadah yang bisa menampung air.

Dalam upaya pencegahan, Dinas Kesehatan menyebarkan edaran ke kecamatan-kecamatan dan puskesmas-puskesmas mengajak masyarajat melaksanakan gerakan 3M plus.

"Sebenarnya kalau cuaca apapun tapi lingkungan melaksanakan 3M itu dan kita back up dengan bubuk abate maka bisa dihindari.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved