Satu Orang Meninggal Dunia, Kasus DBD di Karimun Capai 247 Orang, Terbanyak di Tebing dan Meral
Seorang pasien DBD di Karimun meninggal dunia pada awal Juni lalu. Pasien berasal dari Meral.
Jumlahnya kemudian melonjak menjadi 199 kasus pada Minggu (19/7).
Untuk jumlah terbanyak saat ini ditemukan di Kecamatan Tebing yakni sebanyak 45 kasus.
Wilayah terbanyak kedua terbanyak adalah Kecamatan Meral sebanyak 43 kasus.
Rachmadi menyebutkan, sebelum data terbaru ini diperoleh Kecamatan Meral merupakan wilayah terbanyak.
"Kini terbanyak Kecamatan Tebing. Sebelumnya Kecamatan Meral," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun, Rachmadi, Minggu (19/7).
Setelah Meral, kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Meral Barat dengan jumlah 34 kasus.
Kemudian Kecamatan Kundur dengan temuan 32 kasus.
"Untuk Tanjungbatu dalam dua tahun terakhir memang menunjukkan peningkatan," sebut Rachmadi.
• Kapal Puskel Husada 001 Terbakar di Anambas, Diduga Hubungan Pendek Arus Listrik
• Tourism in Anambas Back to Opened, Batu Lepe Starts Crowded

Selanjutnya Kecamatan Kundur Utara sebanyak 10 kasus dan Kundur Barat 6 kasus.
Saat ini sejumlah pasien DBD masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit.
Dijelaskan Rachmadi penyebab utama DBD di Kabupaten Karimun adalah karena kurangnya kesadaran masyarakat membersihkan tempat-tempat yang bisa dijadikan jentik nyamuk untuk berkembang.
"Cuaca juga bisa. Tapi kita tidak bisa memprediksi cuaca. Penyebabnya rata-rata karena kurang kepedulian masalah 3M," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Rachmadi masyarakat hendaknya harus melaksanakan 3M (Menguras, Menutup, Menguburkan) wadah yang bisa menampung air.
Dalam upaya pencegahan, Dinas Kesehatan menyebarkan edaran ke kecamatan-kecamatan dan puskesmas-puskesmas mengajak masyarajat melaksanakan gerakan 3M plus.
"Sebenarnya kalau cuaca apapun tapi lingkungan melaksanakan 3M itu dan kita back up dengan bubuk abate maka bisa dihindari.