Satu Orang Meninggal Dunia, Kasus DBD di Karimun Capai 247 Orang, Terbanyak di Tebing dan Meral
Seorang pasien DBD di Karimun meninggal dunia pada awal Juni lalu. Pasien berasal dari Meral.
Oleh karena itu mengajak seluruh masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola hidup 3M.
"Kalau masyarakat cuek ya susah. Masalah kesehatan itu tanggungjawab kita bersama," sebutnya.
Warga Minta Fogging Cegah Demam Berdarah
Dua warga Ranggam, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri menjalani perawatan karena terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Penyakit yang meresahkan warga itu, belakangan jadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun.
• Malaysia Dianggap Terlalu Tenang Hadapi Konflik Laut China Selatan, Menlu Sampai Ditegur
• Erick Iskandar Sebut Tidak Ada Istilah Mantan Bagi Saudara, Berharap Jedar Belajar dari Kesalahan
Fokus mereka mengawasi daerah RT 1 RW 1 Ranggam. Mereka memfogging daerah itu.
Berdasarkan data yang diperoleh TribunBatam.id pada Juni, kasus DBD di Kabupaten Karimun meningkat sejak awal tahun 2020 hingga sekarang.
Kasus DBD menyebar disetiap Kecamatan di Karimun, Kecamatan Meral dengan kasus paling tinggi.
Hingga saat ini, sudah tercatat seratusan lebih kasus DBD di Kabupaten Karimun. Bahkan, DBD juga telah merenggut nyawa seorang anak berusia 11 tahun.
"Ada dua warga kita yang kena DBD. Kami minta Dinkes untuk fogging," kata Ketua RT setempat, Sudirman, Kamis (16/7/2020).
Sudirman merasa musim hujan turut mempengaruhi perkembangan Aedes Aegypti.
Ia meyakini, warganya selalu menjaga kebersihan.
Meski demikian, pihaknya akan tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan gotong royong, membersihkan selokan atau parit.
"Gotong royong intens kami lakukan. Bisa saja karena perubahan cuaca sekarang ini," ujarnya.(TribunBatam.id/Elhadif Putra)