PILKADA 2020
Pilkada di Tengah Pandemi, Mendagri Sebut Pemanfaatan EO Virtual Bisa jadi Solusi
"Ini dapat menjadi salah satu solusi pilkada untuk menjangkau lebih banyak calon pemilih tapi aman dari Covid-19," kata dia.
Editor Danang Setiawan
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pemilihan calon kepala daerah tahun 2020 tampaknya berbeda dari Pilkada biasanya.
Pilkada saat ini dihadapkan dengan situasi pandemi virus corona atau covid-19.
Pilkada di tengah pandemi ini membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat peraturan baru guna menekan penyebaran covid-19.
Dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) disyaratkan bahwa kampanye wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19 antara lain, dengan pembatasan peserta rapat umum tatap muka langsung sebanyak 50 orang.
Pembatasan peserta yang diikuti diberlakukan protokol kesehatan agar tidak muncul klaster-klaster baru penyebaran virus corona.
Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menghimbau kepada calon kepala daerah untuk dapat memanfaatkan event organizer (EO) virtual dalam kampanye-kampanye yang akan digelar.
• Kasus Covid-19 di Karimun Terus Melonjak, Pemkab Karimun Akan Berlakukan Lockdown
• Pemerintah Tunda Pencairan Subsidi Gaji Rp 600 Ribu di Tanggal 25 Agustus, Ini Alasannya
Pemanfaatan event organizer (EO) virtual disebut dapat menimimalisir penyebaran covid-19.
Tito menilai, pemanfaatan EO virtual untuk mengorganisasi kampanye merupakan salah satu cara agar aman dari Covid-19.
"Pilkada adalah momentum untuk memutus rantai penularan Covid-19 bila dilaksanakan secara maksimal dengan protokol kesehatan dan optimalisasi potensi digital yang saat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat," kata Tito dikutip dari siaran pers, Senin (24/8/2020).
Follow Juga:
Dengan demikian, penggunaan EO virtual yang juga menjadi model bisnis baru tersebut sangat tepat dilakukan untuk kampanye.
"Ini dapat menjadi salah satu solusi pilkada untuk menjangkau lebih banyak calon pemilih tapi aman dari Covid-19," kata dia.
Ia mencontohkan, EO virtual tersebut bisa mendesain acara kampanye tatap muka yang diikuti 50 orang.
Acara tersebut kemudian dikoneksikan dengan jaringan media sosial secara virtual seperti melalui siaran langsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mendagri-tito-karnavian-3.jpg)