Breaking News:

WANITA BATAM Nekat Usap Air Liur Jenazah COVID19 ke Wajah, Tak Percaya Corona Berakhir Jemput Paksa

Aksi dramatis dilakukan dua warga Batam saat dijemput paksa Tim Gugus Tugas dari klinik swasta, Senini (24/8/2020)

TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Tim Gugus Covid-19 didampingi aparat Polsek Sekupang menjemput paksa dua warga yang kontak erat dengan jenazah pasien Covid-19, saat melakukan rapid test mandiri di salah satu klinik swasta di Kota Batam. 

Penjemputan paksa warga yang kontak erat dengan jenazah Covid-19 di Tiban Baru terjadi di Laboratorium Klinik Gatot Subroto, Kompleks Ruko Trikarsa Ekualita Blok B No. 22, Batam Kota, Senin (24/5/2020) lalu.

"Iya sudah kita amankan, ibu dan anak.

Mereka hendak rapid test secara mandiri," ujar Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian, Selasa (25/8/2020).

Kata Kapolsek, saat dijemput, HG dan AG sempat menolak, bahkan melakukan perlawanan secara dramatis.

Kenapa harus dijemput paksa, Kapolsek menyebutkan karena kontak erat langsung dengan pasien Covid-19 yang meninggal dunia, Senin 24 Agustus 2020 lalu.

"Jadi Tim Gugus Covid-19 Kecamatan Sekupang berkoordinasi ada orang yang berhubungan dengan kluster Tiban Bukit Asri yang menolak untuk dilakukan swab test.

Kami melakukan pendampingan untuk melakukan upaya penjemputan paksa. 

Sekarang yang bersangkutan sudah diisolasi di RSKI Galang," kata Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian. 

Sebelumnya, HG sempat menolak ajakan Tim Gugus Covid-19 Kecamatan Sekupang untuk dikarantina.

Ia menolak karena tidak percaya akan adanya virus corona.

Tim Gugus Covid-19 juga telah melakukan rapid test terhadap para pelayat Joshua Ginting yang merupakan adik kandung HG.

Terkait kluster Tiban Bukit Asri, AKP Yudi Arvian menyebutkan, semua yang berhubungan dengan pasien meninggal, Joshua Ginting, sedikitnya lebih dari 20 orang dikarantina di RSKI Galang.

"Kami akan terus memantau dan selalu siap memberikan bantuan pengamanan terhadap situasi perkembangan Covid-19 di wilayah hukum kami," ujarnya.

5. Tinggal di Batam Kota

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, wanita ini bertempat tinggal di kawasan Batam Kota.

Wanita ini pun melengkapi daftar kontak erat (close contact) mendiang YHG.

Kata Didi, total keseluruhan kontak erat berjumlah 23 orang.

Seperti diketahui, jenazah berinisial YHG merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 433 di Kota Batam.

"Umur sekitar 40 sampai 50-an.

Sedang proses dibawa ke RSKI Covid-19 di Galang," ujarnya saat dihubungi, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, wanita ini sempat mengusap air liur mendiang YHG ke wajahnya saat insiden ambil paksa jenazah dilakukan.

Diduga tindakan itu adalah bentuk kekecewaan jika jenazah YHG harus dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Sebelumnya, sebanyak 12 orang yang terlibat dalam insiden ambil paksa jenazah sendiri terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari Kadinkes Batam diketahui, saat insiden ambil paksa jenazah dilakukan, kerabat atau keluarga YHG juga menyewa sebanyak 6 (enam) orang petugas mayat untuk membawa jenazah ke rumah duka.

(tribunbatam.id/Hening Sekar Utami/Ichwan Nur Fadillah/Beres Lumbantobing)

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved