Mbah Ginem Nangis Semua Dagangan dan Uang Rp 400.000 Dirampok, Pasrah Tak Lapor Polisi
Waginem (65) tahun yang berdagang dengan cara berjalan kaki menjadi korban penipuan dan perampasan
Ia menganggap kejadian tersebut adalah cobaan yang harus ia jalani dengan pasrah dan ikhlas.
"Kulo pasrah ikhlas lahir batin. Mboten laporan. Rejeki pun enten sing ngatur (Saya pasrah dan ikhlas. Rejeki sudah ada yang mengatur," ujarnya.
• Ketangkap Basah saat Beraksi, Pelaku Pencurian Malah Tikam 3 Orang Pakai Gunting
Selain itu ia mengaku akan tetap berjualan walaupun baru saja mengalami kejadian yang tak mengenakkan.
"Mboten kapok, nek mboten sadeyan mangke uripe pripun (Tidak kapok, kalau tidak jualan nanti hidupnya gimana)," ucapnya.
Mbah Ginem hidup bersama kakak kandung dan keponakannya di rumah sederhana di Jalan Setiyaki, Bulu Lor, Semarang Utara.
Suami Mbah Ginem sudah meninggal beberapa tahun lalu.
Kejadian yang dialami Mbah Giyem menjadi perhatian publik.
• Bekuk 4 Tersangka, Anggota Satreskrim Polres Tanjungpinang Buru DPO Kasus Pencurian Obat Apotek
Beberapa donatur memberikan bantuan uang tunai pada Mbah Ginem.
"Kami mendengar kabar ini dari sosial media.
Dan tergerak mengumpulkan bantuan uang dari kawan-kawan donatur untuk Mbah Ginem.
Semoga bisa bermanfaat dan berjualan lagi."
"Kami juga berharap penipunya bisa segera ditangkap.
• Kunci Pintu Dirusak, Polisi Selidiki Kasus Pencurian di Kantor Cabang XL Tanjungpinang
Karena kejadian ini yang saya tahu sudah beberapa kali terjadi di Semarang dan mengincar pedagang lansia," jelas Tonex, seorang relawan Semarang Peduli.
.
.
.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 70 Nasi Bungkus dan Uang Rp 400.000 Diambil Pembeli, Mbah Ginem Nangis Tak Bisa Bayar Setoran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/waginem-yang-jadi-korban-penipuan.jpg)