Kisah Pembelot Yeonmi Park Semasa Hidup di Korea Utara: Kerap Lihat Orang Kelaparan Sekarat di Jalan
Kehidupan sehari-harinya pun kerap melihat orang sekarat di jalan karena kelaparan dan hidup tanpa aliran listrik.
Dengan doktrin tersebut, warga biasa menjadi begitu takut untuk membicarakan atau berpikir buruk tentang para tiran yang brutal. Sementara itu, ketika di sekolah, anak-anak diajarkan berhitung menggunakan metrik seperti 'B*ajing*an Amerika' dan dipaksa melakukan 'sesi kritik'.
Dalam sesi kritik tersebut, Yeonmi Park memaparkan, para siswa diajarkan menyerang dan menemukan kesalahan teman satu kelas mereka, merajut ketidakpercayaan dan perpecahan.
"Kami tak punya teman di Korea Utara. Tidak ada konsep tentang teman," terang Yeonmi Park.
Warga Korea Utara Mengalami Kelaparan dan Kekurangan Pangan
New York Post mewartakan, laporan PBB menyebut, sekira 40 persen dari populasi Korea Utara, lebih dari 10 juta orang menderita kelaparan dan menghadapi kekuarangan pangan.
Yeonmi Park menggambarkan dia tumbuh besar dengan memakan serangga untuk bertahan hidup.
Kerabatnya, paman dan neneknya meninggal dunia karena kekurangan gizi.
"Anda akan melihat begitu banyak orang sekarat," kata Yeonmi Park.
"Melihat mayat di jalan merupakan sesuatu yang normal bagi kami," tambahnya.
Yeonmi Park mengaku, tak pernah terpikirkan kejadian seperti itu merupakan sesuatu yang tak biasa.
“Saya telah mengunjungi permukiman kumuh di Mumbai, saya telah mengunjungi permukiman kumuh di negara lain, tetapi tidak ada yang seperti Korea Utara karena Korea Utara menderita kelaparan," tegas Yeonmi Park.
Menurutnya, kelaparan di Korea Utara sistematis dan disengaja untuk membuat warganya kelaparan.
Lebih jauh, Korea Utara dikenal sebagai negara tertutup yang berjuang dalam menyempurnakan uji nuklirnya.
Meski sempat ditentang Amerika Serikat hingga mendapatkan sanksi nuklir, tampaknya, usaha membuat senjata nuklir itu masih dilanjutkan.
Yeonmi Park juga menyoroti tindakan tersebut, dia mengatakan, Korea Utara bahkan menghabiskan miliaran dolar untuk membuat sistem uji nuklir.