Anak Buah Idham Azis Tangkap Penyanyi Jebolan Indonesian Idol, Ayla Zumella Terlibat Kasus Penipuan

Polisi akhirnya menangkap jebolan Indonesia Idol 2012 Ayla Zumella terkait dugaan keterlibatan dalam kasus penipuan arisan online bermodus investasi.

Editor: Eko Setiawan
istimewa
Jebolan Indonesia Idol 2012 Ayla Zumella (Tangkapan layar youtube) 

Sebelumnya, Ayla dilaporkan lima korban ke jajaran Polrestabes Medan.

Para korban diduga tertipu dengan total kerugian ratusan juta rupiah.

Kelima korban masing-masing Firza (27) warga Kecamatan Medan Area, Tiara Riza (29) warga Kecamatan Medan Helvetia, Tiwi (24) warga Kecamatan Medan Sunggal.

Selanjutnya, Tia (25) warga Kecamatan Medan Sunggal, Siti (27) warga Kecamatan Medan Barat, membuat laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penipuan ke Polrestabes Medan.

(vic/t r ibun-medan.com)

tribunnews
Korban penipuan dan penggelapan uang menunjukkan bukti laporan polisi, Senin (7/9/2020). (istimewa)

Sebelumnya, Korban penipuan arisan online Tania by Tunuk kembali bermunculan.

Kali ini seorang wirausaha bernama Denny Pratama Putra (25) mengaku telah tertipu Rp 69 juta.

Warga Jalan Pembangunan, Medan Timur itu merupakan satu dari puluhan korban arisan online Tania by Tunuk yang dikelola oleh terduga pelaku bernama Tania Amanda Rizki Nainggolan (26), warga Sidikalang yang tinggal di Jalan Bunga Sedap Malam Padang Bulan, Medan.

Denny menjelaskan bahwa dirinya telah ikut arisan online Tania by Tunuk ini sejak bulan Mei 2020 dalam program Investasi Duos.

"Jadi kami ini hampir rata investasi duos bukan arisan. Kalau investasi duos ini beda, dibuat di dalam satu grup itu ada tiga orang, yang pertama owner, baru peminjam, yang ketiga investor. Pertama kali masuk Rp 15 juta di bulan Mei," ungkapnya kepada Tribun, Senin (7/9/2020).

Ia menjelaskan bahwa investasi duos ini dijanjikan owner akan mendapatkan bunga dalam tempo yang beragam.

"Nanti ini sistemnya ada yang per 10, 13 dan 15 hari penarikannya," cetusnya.

Ia menjelaskan bahwa setelah memasukkan uang Rp 15 juta, selanjutnya ia memasukkan kembali investasi lainnya.

"Kerugiannya pertama 15 juta, baru saya masukkan lagi 15 juta. Lalu saya buat lagi 10 juta, baru 10 juta, 9 juta, dan terkahir 10 juta lagi. Total ada sekitar 69 juta, kalau ikut bunga sekitar 100 juta. Karena kami ada grup owner arisan dia cantumkan slot itu dari grup," jelasnya.

tribunnews
Korban penipuan arisan online meperlihatkan surat laporan kepolisian, Rabu (9/9/2020). (Tribun Medan)

Denny menjelaskan awal mula mengikuti investasi duos karena sempat mendapatkan keuntungan bunga.

"Udah pernah ada tarik, sebenarnya keuntungannya ada dikirim sama dia dari bulan Mei, kadang-kadang saya pakai, kadang-kadang uangnya saya putar lagi ke situ. Pokoknya mulai dari bulan 5 nanti udah ditarik dimasukkan lagi, nanti ada rezeki lain dimasukkan lagi," ungkapnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved