Fakta dan Sejarah PKI, Latar Belakang Pemberontakan Partai Komunis di Madiun
PKI adalah singkatan dari Partai Komunis Indonesia, sebuah organisasi politik zaman-zaman awal Indonesia
Fakta dan Sejarah PKI, Latar Belakang Pemberontakan Partai Komunis di Madiun
TRIBUNBATAM.id - Istilah PKI semacam hal yang tabu di Indonesia.
Istilah itu seakan diamini tak pantas dibahas apalagi mengikuti ajarannya.
• Kucuran Darah Koyak Keheningan 30 September, Aksi PKI Seret Jenderal ke Lubang Buaya
PKI adalah singkatan dari Partai Komunis Indonesia, sebuah organisasi politik zaman-zaman awal Indonesia.
Pada masa itu PKI mempunyai basis massa dari kalangan bawah, seperti pekerja dan petani.
Dalam banyak sejarah Indonesia diceritakan bagaimana kemudian partai ini melakukan kekejamannya.
• Detik-detik Tujuh Jenderal Diculik dan Dibunuh PKI saat Gerakan 30 September 1965
Dari banyak kisah-kisah PKI, pemberontakan di Madiun adalah salah satu yang ternama.
Pemberontakan PKI di Madiun tidak bisa lepas dari jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin pada 1948.
Pada saat itu, Amir Syarifuddin menandatangani Perjanjian Renville yang ternyata hasil perundingan tersebut sangat merugikan Indonesia.
• Arteria Dahlan Trending Twitter, Pernah Bentak Emil Salim dan Disebut Cucu Pendiri PKI Sumbar di ILC
Dalam buku Lubang-Lubang Pembantaian: Petualangan PKI di Madiun (1990) karya Maksum, berikut latar belakang pemberontakan PKI di Madiun:
Perjanjian Renville
Salah satu hal yang paling utama terjadinya pemberontakan di madiun karena Perjanjian Renville.
Di mana dalam perjanjian tersebut Indonesia sangat dirugikan.
• Megawati Curhat Dicap PKI: Soekarno dan Pak Jokowi Dituduh Komunis
Belanda dianggap menjadi pihak yang paling diuntungkan dan pihak Kabinet Amir menjadi jatuh.
Banyak sekali rakyat dan pemerintah yang menyalahkan Amir karena pada saat itu dia yang menjadi perwakilan Indonesia.
Dengan kemunduran Amir, Presiden Soekarno menyuruh Wakil Presiden Mohammad Hatta untuk kembali menyusun kabinet baru.
Saat itu kabinet susunan Hatta tersusun tanpa keikutsertaan golongan sosialis maupun golongan kiri.
Pembentukan FDR
Saat itu Amir turun dari kebinetnya dan diganti oleh kabinet Hatta.
Merasa kecewa, Amir dan kabinetnya membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada 28 Juni 1948.
Saat itu, Amir menjadi bagian dari partai oposisi di kabinet susunan Hatta.
• Terjadi Pasca G30S/PKI, Inilah Kronologi Demonstrasi Tritura yang Diserukan Mahasiswa
FDR dicitrakan merupakan golongan yang menyatukan komunis dan golongan sosialis kiri.
Partai Komunis Indonesia (PKI) sendiri berasal dari satu kekuatan Front Demokrasi Rakyat.
PKI adalah partai yang memperjuangkan visi dan misinya untuk mendirikan negara sosialistis di Indonesia sesuai dengan apa yang tertera dalam anggaran dasar partai.
• Brigjen Ahmad Sukendro Selamat dari Penculikan PKI, Dapat Tugas Khusus dari Soekarno
Pembentukan FDR tidak hanya terdiri dari sekelompok masyarakat yang tergabung, melainkan juga melibakan partai lainnya, seperti:
1. Partai Sosialis Indonesia
3. Pemudia Sosialis Indonesia
4. Partai Buruh Indonesia
5. Sarekat Buruh Perkebunan Republik Indonesia
Beberapa partai yang tergabung dalam FDR memperkuat aksi yang dilakukan oleh Amir Syarifuddin dan kelompoknya, untuk merebut kekuasaan kabinet pada sistem pemerintahan yang sedang berjalan pada waktu itu.
Muncul Doktrin Baru
Muso dan Amir mendeklarasikan pimpinan di bawah mereka.
Muso dan Amir menggoyahkan kepercayaan masyarakat dengan menghasut dan membuat semua golongan menjadi bermusuhan dan mencurigai satu sama lain.
• Mengungkap Kisah Pengikut PKI Tak Mempan Ditembak, Bisa Tewas Setelah Ucapkan Satu Kata Ini
Menolak Rasionalisasi Kabinet Hatta
Kabinet Hatta melakukan rasionalisasi dan reorganisasi dalam upaya peperangan yang beris:
1. Pembubaran dari pemegang pimpinan TNI beserta gabungan angkatan perang
2. Staf angkatan umum perang dan wakilnya diangkat untuk sementara waktu
• SEJARAH Surat Perintah Sebelas Maret Atau Supersemar, Terkait G30S PKI
3. Panglima angkatan perang mobil ditetapkan oleh presiden untuk diberikan kepada Jenderal Sudirman
4. Staf markas besar pertempuran juga dilakukan pengangkatan sementara
Keputusan tersebut yang membuat Muso marah dan menolak rasionalisasi tersebut.
PKI saat itu didukung oleh dua kader politik besar, yaitu Masyumi dan PNI.
.
.
.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Latar Belakang Pemberontakan PKI di Madiun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/12102019-eksekusi-mati-pki.jpg)