ULANG TAHUN
Korea Utara Ulang Tahun ke-72, Presiden China Xi Jinping Kirim Ucapan Selamat ke Kim Jong Un
Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara berulang tahun pada Rabu (9/9/2020). Presiden China Xi Jinping ikut kirimkan ucapan selamat.
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara berulang tahun pada Rabu (9/9/2020) lalu.
RRDK berulang tahun yang ke-72 di 2020 ini.
Presiden China Xi Jinping ikut mengirimkan ucapan selamat kepada Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.
Melansir Xinhua, Xi mengatakan bahwa dia sangat mementingkan pengembangan hubungan antara China dan Korea Utara.
Dia juga siap bekerja sama dengan Kim Jong Un, untuk mendorong persahabatan bilateral tradisional untuk mencapai hasil yang baru.
Xi dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (CPC) mengirim pesan selamat ulang tahun kepada Kim Jong Un, kepala Partai Buruh Korea (WPK) sekaligus Kepala Komisi Urusan Negara RRDK atas ulang tahun ke-72 negara itu.
• Kisah Pembelot Yeonmi Park Semasa Hidup di Korea Utara: Kerap Lihat Orang Kelaparan Sekarat di Jalan
Dalam ucapan selamatnya, Xi menunjukkan bahwa pada kesempatan ini, atas nama CPC, pemerintah dan rakyat China ingin menyampaikan salam hangat dan harapan terbaik bagi Kim, WPK dan rakyat Korea Utara.
Sejak berdirinya RRDK 72 tahun lalu, Xi mencatat, semua upaya sosialis telah berkembang pesat di bawah kepemimpinan WPK.
Dalam beberapa tahun ini, Kim telah memandu WPK dan rakyat Korea Utara menerapkan garis baru strategis yang berfokus pada pengembangan perekonomian dan dengan aktif mempromosikan pertukaran dan kerja sama asing yang menunjukkan hasil-hasil penting.
Menutup pesannya, Xi menegaskan bahwa sebagai sahabat Korea Utara, China sangat senang dengan semua perkembangan tersebut.
Korea Utara Gelar Latihan Parade Militer di Tengah Pandemi, Kumpulkan Tentara Berskala Besar
Korea Utara ( Korut) tetap menggelar latihan parade militer di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.
Para tentara dan kendaraan militer berskala besar dikabarkan ikut bergabung.
Korea Utara diketahui tengah memberlakukan pembatasan sosial akibat pandemi ini.
Citra satelit dari latihan itu dirilis oleh sebuah lembagai think tank yang berbasis di Amerika Serikat (AS), 38 North, sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (2/9/2020).
38 North merupakan lembaga think tank yang memiliki speliasiasi Korea Utara.
Foto dari lembaga itu menunjukkan formasi pasukan dan kendaraan di Lapangan Latihan Parade Mirim, di pinggiran Pyongyang pada Senin, (31/8/2020).
“Korea Utara diperkirakan akan mengadakan parade militer berskala besar pada 10 Oktober tahun ini untuk menandai ulang tahun ke-75 Partai Buruh Korea,” kata laporan 38 North.
Fasilitas Mirim secara teratur digunakan untuk latihan para tentara yang berparade dengan gaya khusus ala Korut.
Sedangkan parade militer Korut biasanya dilangsungkan di Alun-alun Kim Il Sung yang disaksikan oleh pejabat tinggi Korut, termasuk Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un.
Tanggal 10 Oktober diperkirakan akan menjadi hari libur besar bagi Korut.
Namun persiapan dan latihan parade militer sepertinya telah ditunda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
38 North memprediksi penundaan latihan dan persiapan kemungkinan karena penerapan pembatasan Covid-19 atau cuaca buruk baru-baru ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, Korut tampaknya telah membangun sekitar 100 garasi permanen di fasilitas Mirim.
Sehingga hampir tidak mungkin untuk mengamati kendaraan apa yang mungkin terlibat dalam latihan parade.
“Konon, banyak jejak ban di area beton baru di garasi menunjukkan aktivitas berat telah terjadi di dalam dan sekitar garasi,” sambung 38 North.
Korut memanfaatkan parade semacam itu untuk memamerkan persenjataan rudal balistiknya yang terus berkembang.
Tetapi sejak putaran diplomasi internasional yang dimulai pada 2018, rudal semacam itu belum ditampilkan.
Korut menyatakan tidak memiliki kasus virus Corona terkonfirmasi namun telah memberlakukan penutupan perbatasan.
Negeri tersebut juga menerapkan pembatasan sosial yang ketat dan karantina dalam jangka waktu yang lama untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus Corona.
Jika Bukan Karena Kepemimpinannya, Trump Sebut AS Bakal Perang dengan Korea Utara
Donald Trump kembali menjadi sorotan lewat pengakuannya.
Presiden Amerika Serikat ( AS) itu mengklaim jika bukan karena kepemimpinannya, saat ini mereka sudah terlibat perang dengan Korea Utara ( Korut).
Lantas atas dasar apa Trump mengklaim pernyataan ini?
Presiden dari Partai Republik itu menyampaikannya sembari menyebut hubungannya dengan Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong Un.
"Kita bisa saja perang jika dipegang Hillary Clinton. Kita bisa saja perang jika dipegang oleh Barack Obama," ucap Presiden Trump.
Pemimpin ke-45 AS itu merujuk kepada mantan Presiden Barack Obama, dan eks menteri luar negeri sekaligus rivalnya di Pilpres AS 2016, Hillary Clinton.
Pernyataannya merespons tudingan yang dilayangkan Partai Demokrat, bahwa dia memilih berkawan dengan "para pencuri" seperti Korea Utara.
Dilansir Yonhap Jumat (21/8/2020), Trump dan Kim Jong Un sudah tiga kali bertemu, yakni di Juni 2018 serta Februari tahun lalu.
Upaya denuklirisasi Semenanjung Korea langsung terhenti buntut kolapsnya perundingan dua negara di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019.
Kolapsnya perundingan ditengarai oleh beda persepsi antara AS dengan Pyongyang mengenai denuklirisasi yang dibutuhkan untuk mencabut sanksi.
Presiden yang juga taipan real estate tersebut menyatakan, jika bukan karena dirinya, maka Washington bisa terlibat konflik lebih besar dengan Korut.
Dia menuturkan ketika pertama kali bertemu Kim Jong Un, Obama menyatakan bahwa keputusan itu merupakan masalah terbesar AS.
"Kami bisa saja mempunyai masalah yang lebih besar. Kami tentu akan terlibat perang. Saya bisa mengatakan itu pada Anda," kata dia di Pennsylvania.
Dia mengungkapkan ketika pertama kali bertemu Kim, banyak kalangan mengatakan bahwa dia melakukan keputusan yang buruk.
Tetapi, dalam pandangannya, pertemuannya dengan Kim berbuntut positif. "Ini adalah pertemuan yang bagus. Bukannya tak ada yang buruk. Tapi sekarang baik-baik saja," jelasnya.
Lebih lanjut, Trump mengklaim bahwa pemerintahannya menangani pandemi virus Corona jauh lebih baik dibanding negara lain di dunia.
Dia kemudian menyoroti lonjakan kasus di Korea Selatan dan Selandia Baru. "Sudah berakhir. Mereka mengalami lonjakan kasus," ujar dia.
(*)
• Topan Maysak Buat 2 Desa di Korea Utara Hancur, Kim Jong Un Utus 12.000 Elite Partai Membantu
• Diterjang Topan Maysak, Korea Utara Akan Hukum Pejabat Daerah yang Gagal Lindungi Warganya
• Diisukan Koma, Pakar Korea Utara Sebut Kim Jong Un Sembunyi karena Panik
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Presiden Xi Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un atas 72 Tahun Berdirinya Korea Utara".