Breaking News:

BATAM TERKINI

Setelah Diseleksi 1,77 Juta Data Pekerja Tidak Layak Terima Bantuan Subsidi, Tahap 3 Mulai Diproses

Sepekan berlalu sejak penyerahan data gelombang kedua, BPJS Ketenagakerjaan (BP JAMSOSTEK) diketahui kembali menyerahkan data penerima Bantuan Subsidi

kompas.com
Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya. Klaster perkantoran penularan Covid-19 kini menjadi sorotan. Pemerintah memberikan bantuan ke pekerja, namun masih ada data yang tidak sesuai untuk menerima bantuan itu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sepekan berlalu sejak penyerahan data gelombang kedua, BPJS Ketenagakerjaan (BP JAMSOSTEK) diketahui kembali menyerahkan data penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) gelombang ketiga kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jumat (11/9/2020) lalu.

Totalnya berjumlah 3,5 juta nomor rekening peserta BP Jamsostek.

Menurut Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto, total nomor rekening peserta yang telah diserahkan ke Kemenaker sebanyak 9 juta orang.

Dalam Press Conference Virtual terkait perkembangan BSU, penyerahan berkala ini menurutnya telah sesuai dengan kesepakatan antara Kemenaker dan BP Jamsostek.

Dengan tujuan agar data penerima dapat dirampungkan hingga akhir September 2020 untuk total 15,7 juta data nomor rekening pekerja.

4 Manfaat Mencuci Muka dengan Air Dingin Secara Rutin,Wajah bisa Lebih Sehat dan Bersih

"Hal ini kami lakukan untuk mempermudah proses rekonsiliasi, monitoring, dan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU. Dalam setiap gelombang, data nomor rekening yang kami serahkan telah melakukan tahapan validasi berlapis agar sasaran penerima BSU ini tepat sasaran,” tegas Agus dalam rilis yang diterima Tribun Batam.

Menurut Agus, setelah dilakukan proses validasi berlapis, pihak BP Jamsostek berhasil menyaring sebanyak 1,77 juta data peserta yang tidak memenuhi kriteria seperti yang tertuang dalam Permenaker 14 Tahun 2020.

Dirinya menambahkan, data yang tidak memenuhi kriteria ini bukan berarti tidak terpakai.

Bantuan Sosial Tunai Rp 500.000 Cair, Mensos: Tidak Boleh untuk Pulsa dan Rokok

“Kami memberikan apresiasi kepada pihak pemberi kerja atau perusahaan karena telah bekerjasama dengan baik dalam melakukan pengkinian data peserta untuk mendukung program BSU dari pemerintah,” tutur Agus.

Sementara untuk data yang tidak lolos validasi bank, Agus menjelaskan jika pihaknya akan mengembalikan data nomor rekening tersebut kepada pemberi kerja atau perusahaan peserta untuk dilakukan konfirmasi ulang.

Halaman
123
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved