Fakta Sejarah Erdogan Gagal Dikudeta, Militer Turki Kirim Pesan ke Eropa yang Pernah Dihajar di PD I
Peristiwa kudeta gagal itu sekaligus membuat posisi Erdogan menguat di dalam negara dan dunia terutama kawasan Eropa
Fakta Sejarah Erdogan Gagal Dikudeta, Militer Turki Kirim Pesan ke Eropa yang Pernah Dihajar di PD I
TRIBUNBATAM.id - Muslim dunia agaknya sedikit yang tak mengenal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Meski bukan sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dunia, Turki sangat disegani di dunia Eropa.
Sosok Erdogan yang diaggap meng-Islam-kan Turki dan sekulerisme membuatnya dibenci beberapa kalangan dan sempat dikudeta meski gagal pada 2016 lalu.
• Erdogan-Vladimir Putin Berunding Enam Jam, Tentukan Nasib Perang Suriah, 36 Tentara Turki Tewas
Peristiwa kudeta gagal itu sekaligus membuat posisi Erdogan menguat di dalam negara dan dunia terutama kawasan Eropa.
Seorang penulis asal Turki menjelaskan, Erdogan sejak dahulu sangat anti-Barat.
Menguatnya posisi Erdogan diikuti desakan militer di negara itu yang meminta Turki tak terlalu "lembek" menyikapi negara-negara Eropa.
Sekadar informasi, peningkataan perlawanan Turki terhadap negara-negara Eropa tercermin dalam sikap konfrontasi tentaranya yang dapat segera mengakibatkan bentrokan militer di wilayah Mediterania Timur.
Potensi tinggi terjadinya bentrokan karena Perancis dan Yunani bersikeras menolak tindakan ilegal Turki yang bertujuan mengeksploitasi kekayaan minyak dan gas alam di Mediterania Timur, dengan mengorbankan negara-negara lain di kawasan, terutama Yunani.
• Koper Raffi Ahmad Dicuri di Bandara, Ungkap Isi Kopernya yang Hilang dan Puji Pelayanan Polisi Turki
Melansir The Arab Weekly pada Sabtu (12/9/2020), latihan udara militer Turki di atas Pulau Gallipoli membawa pesan yang mengancam kepada orang Eropa, dan pengingat akan Pertempuran Gallipoli yang terkenal selama Perang Dunia I, di mana pasukan koalisi Inggris, Australia, Selandia Baru dan Perancis, mengalami kekalahan telak.
• Presiden Erdogan Murka Perancis Ikut-ikutan di Konflik Yunani: Jangan Main-main dengan Turki
Dalam Perang Dunia I, Eropa gagal menginvasi Istanbul, ibu kota Kesultanan Utsmaniyah pada saat itu, yang merupakan gerbang kunci bagi bangsa Eropa untuk mencapai bagian timur laut Kesultanan Utsmaniyah yang ingin digunakan dalam mendukung Rusia melawan pasukan Jerman.
Turki sensitif terhadap aliansi Yunani-Perancis, karena peristiwa yang terjadi pada 1919 dan 1922, yang mana aliansi itu mampu menguasai sebagian besar wilayah Turki dan bahkan mencapai gerbang Ankara.
• Diejek Turki Munafik UEA Ikut Mesir dan Yordania, Perjanjian Damai dengan Israel Picu Kemarahan
Tindakan aliansi itu mendorong pemimpin Turki Kemal Ataturk untuk melancarkan perlawanan, setelah memobilisasi seluruh penduduk Turki.
Pada 1922, tentara Turki melancarkan kampanye pembersihan etnis yang menyebabkan pembakaran sebagian besar lingkungan Kristen di Kota Izmir, dan salah satu hasil dari kampanye ini adalah pembentukan Turki modern.
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar merilis foto menantang dirinya duduk di dalam jet tempur F-16 di pangkalan udara militer di Eskisehir, Turki barat, selama penerbangan pelatihan di atas semenanjung Gallipoli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2906_trump-vs-erdogan.jpg)