Selasa, 19 Mei 2026

Wartawan Abal-abal Ditangkap Polisi, Peras Warga Hingga Rp 50 Juta

Polres Batu melalui Satuan Reserse Kriminal mengamankan seorang lelaki bernama Heri Sukamto karena telah melakukan pemerasan terhadap seseorang dengan

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Terduga pelaku Pemerasan, Wartawan Abal-abal Ditangkap Polisi, Peras Warga Hingga Rp 50 Juta 

TRIBUNBATAM.id |BATU  Pria yang mengaku sebagai wartawan ditangkap Polisi karena melakukan pemerasan terhadap seorang warga.

Tidak tanggung-tanggung, pelaku melakukan pemerasan hingga Rp 50 Juta.

Polres Batu melalui Satuan Reserse Kriminal mengamankan seorang lelaki bernama Heri Sukamto karena telah melakukan pemerasan terhadap seseorang dengan mengatasnamakan seorang jurnalis.

Ia Diduga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap warga di kawasan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila

Soal Pengganti Iman Sutiawan di Kursi Dewan, Ini Kata Sekretaris Gerindra Batam

Wajah Rizky Billar dan Lesti Kejora Disebut Makin Mirip, Angga Putra: Jodoh Ada Kemiripan

"Tersangka sudah kami amankan pada 23 September 2020 kemarin. Tujuan diamankan agar tersangka tidak mengulangi perbuatan, tidak melarikan diri, dan menghilangkan barang bukti," jelas Jeifson, Senin (28/9/2020).

Heri mengaku sebagai jurnalis dan juga pengacara dilaporkan ke Polres Batu oleh seorang warga.

Warga tersebut diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan sehingga mengalami kerugian hingga Rp 50 juta.

Pada 16 Oktober 2019, Heri dilaporkan ke Polres Batu.

Ingin Melepas Rindu, Tapi harus Jalani Karantina, Ini Kisah TKI Pulang ke Batam

RUU Cipta Kerja Dikebut, Bintan-Batam-Karimun-Tanjungpinang Disiapkan Jaring Investor Pelarian China

Awal mula permasalahan ini terjadi ketika korban yang bernama Sujarman tengah bermaksud menyelesaikan akta hibah di Bank BRI.

Pada 30 September 2020, korban memberikan uang Rp 50 juta kepada Heri yang mengaku sebagai jurnalis dan pengacara sehingga memiliki relasi cukup dekat aparat penegak hukum.

Alasan itulah yang membuat korban yakin dan akhirnya menyerahkan uang.

Setelah menerima uang dari korban, Heri pun berjanji bakal menyelesaikan permasalahan akta hibah yang ada di Bank BRI dan menyerahkannya ke korban.

Tapi beberapa hari kemudian, Heri hanya membawa foto kopi akta pada korban, bukan akta asli sesuai janjinya.

Korban pun sempat curiga. Terlebih ketika dihubungi kembali tidak ada respon dari Heri.

Pihak Bank BRI lalu mengabarkan kalau surat akta hibah yang dijaminkan sudah diambil pada 27 September 2019 oleh Heri, dengan pelunasan hanya Rp 5,5 juta. Namun akte tersebut tidak diserahkan kepada korban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved