2 Alasan Acara KAMI Dibubarkan, Polisi Naik Podium Sela Ucapan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo
Dalam video seorang polisi berpakaian atasan putih mencoba menyela sambutan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo
2 Alasan Acara KAMI Dibubarkan, Polisi Naik Podium Sela Ucapan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo
TRIBUNBATAM.id - Polisi menyatakan punya dua alasan membubarkan acara acara silaturahim dan ramah-tamah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya, Senin (28/9/2020).
Acara ini sendiri dihadiri langsung mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
• Sepak Terjang Gatot Nurmantyo, Tiga Kali Tolak Tawaran Presiden Jokowi Jadi Panglima TNI
• Karir Jendral Gatot Nurmantyo Pernah Mentereng di Era Jokowi, Kini Malah Sering Kritik Presiden
• Gatot Nurmantyo Curhat, Jokowi 3 Kali Minta Jadi Panglima TNI, Diberhentikan Hanya Gara-gara Ini
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, alasan pertama acara dibubarkan karena saat ini sedang masa pandemi Covid-19.
"Jatim sedang gencar kampanye pengendalian Covid-19, bahkan menegakkan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan.
• Mantan Menteri dan Tokoh Ternama Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, Politikus Bereaksi
• Niat Luruskan Kiblat Bangsa Ini 10 Poin Jatidiri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia di Jakarta
Jadi, acara apa pun yang sifatnya mengumpulkan massa akan dilarang," kata Andiko di Mapolda Jatim, Senin sore.
Alasan kedua, pihak penyelenggara disebut terlambat mengajukan izin kegiatan kepada polisi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perizinan dan Pengawasan Kegiatan Keramaian Umum, Kegiatan Masyarakat Lainnya, dan Pemberitahuan Kegiatan Politik.

Dalam Pasal 5 dan Pasal 6, kata Trunoyudo, kegiatan harus memiliki pemberitahuan yang sifatnya izin dari polisi.
• Selain Din Syamsuddin & Rocky Gerung, Ini 30 Tokoh di Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia
Untuk kegiatan yang sifatnya lokal, izin harus diajukan 14 hari sebelumnya, sedangkan kegiatan yang sifatnya nasional, 21 hari sebelumnya sudah harus diajukan.
"Sementara izin acara KAMI diajukan ke polisi baru dua hari lalu atau pada 26 September 2020," ujar dia.
Dia pun mengimbau agar acara serupa digelar dengan secara daring atau dengan tidak mengumpulkan massa agar tidak timbul potensi penularan Covid-19.
Informasi dari polisi di lapangan, terang Trunoyudo, acara tersebut sempat berpindah-pindah.
Semula di Gedung Juang 45 di Jalan Mayjen Sungkono, lalu dipindah ke Museum NU Jalan Gayungan dan terakhir dipindah di Graha Jabal Nur di Jalan Jambangan.
Video pembubaran acara KAMI di Surabaya sempat beredar di grup WhatsApp wartawan.
Dalam video tersebut, seorang polisi berpakaian atasan putih mencoba menyela sambutan Gatot
• Viral Rekaman Suara Mantan Panglima TNI, Ini Bantahan Gatot Nurmantyo dan Akui Hoaks
• Gatot Nurmantyo Sebut Ada 2 Instansi Pemerintah yang Memfasilitasi Kasus Senjata Selundupan Soenarko
dengan naik ke atas podium.
Menanggapi naiknya seorang polisi ke podium, dalam video itu, Gatot mengatakan bahwa KAMI adalah organisasi yang konstitusional.

"KAMI adalah organisasi yang konstitusional, tapi kalau kita diminta bubar oleh polisi, maka kita junjung tinggi dan ikuti apa yang telah diminta pak polisi," kata Gatot, lalu menutup sambutan.
Sementara di depan rumah tersebut ratusan orang juga menggelar aksi protes meminta acara KAMI dibubarkan.
• Gatot Nurmantyo Kecewa 3 Seniornya Jadi Tersangka Makar : Bagi Seorang Patriot Itu Menyakitkan
Sebelumnya, massa juga memblokade Gedung Juang 45 di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, tempat acara silaturahim KAMI Jatim digelar.
Pindah Lokasi
Sebelumnya diberitakan, batal menggelar acara di Gedung Juang 45 Surabaya, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) memindahkan acara di rumah Jabal Nur di Jalan Jambangan Surabaya, Senin (28/9/2020) siang.
Acara yang dihadiri mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo itu juga diserbu massa.
Acara dibubarkan polisi saat Gatot sedang berpidato di atas podium.
• Saksikan Deklarasi KAMI di Solo, Gatot Nurmantyo Bereaksi saat Ditanya Soal Pilpres 2024
Video pembubaran acara KAMI di Surabaya sempat beredar di grup WhatsApp wartawan.
Dalam video tersebut, seorang polisi berpakaian atasan putih mencoba menyela sambutan Gatot dengan naik ke atas podium.
Menanggapi naiknya seorang polisi ke podium, dalam video Gatot mengatakan bahwa KAMI adalah organisasi yang konstitusional.

"KAMI adalah organisasi yang konstitusional, tapi kalau kita diminta bubar oleh polisi, maka kita junjung tinggi dan ikuti apa yang telah diminta pak polisi," kata Gatot lalu menutup sambutannya.
• Gatot Nurmantyo Posting Foto Saat Cium Tangan SBY. Ternyata Ini Alasannya
Sementara di depan rumah tersebut massa aksi juga menggelar aksi protes meminta acara KAMI dibubarkan.
Sebelumnya massa juga memblokade gedung Juang 45 di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, tempat acara Silaturahim KAMI Jatim sebelumnya digelar.
Wakil Ketua Eksekutif KAMI Jatim, Agus Maksum membenarkan bahwa acara KAMI dibubarkan polisi.
"Acara dibubarkan karena dianggap tidak ada izin, padahal ini acara internal, hanya ramah tamah biasa, tidak dihadiri banyak orang," katanya saat dikonfirmasi, Senin siang.
Dalam acara tersebut, kata Agus, Gatot mengukuhkan pengurus KAMI Jatim.
• Survei: PDIP Masih Berkuasa, Namun Gatot Nurmantyo Bisa Angkat Suara Sejumlah Partai
"Acaranya pengukuhan dan sambutan, sambutan Pak Gatot saja tidak sampai selesai," ujarnya.

Pihaknya justru mempertanyakan aksi massa di depan rumah Jabal Nur yang meminta acara KAMI dibubarkan.
Semula, kata dia, acara memang akan digelar di komplek Gedung Juang 45 Surabaya.
Namun, karena kondisi di gedung Juang 45 sudah ada massa yang menghadang, akhirnya acara ramah tamah dipindah di Jabal Nur Jalan Jambangan Surabaya.
Kapolsek Sawahan AKP Wisnu Setyawan Kuncoro mengatakan, acara silaturahim KAMI yang dihadiri Gatot Nurmantyo itu tak memiliki izin.
• Indonesia Rawan Terpecah-belah, Gatot Nurmantyo: Peristiwa Syria Bisa Terjadi
"Acara KAMI di Gedung Juang 45 tidak memiliki izin.
Penyelenggara harusnya juga mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19," kata Wisnu di lokasi, Senin.
.
.
.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Alasan Polisi Bubarkan Acara yang Dihadiri Gatot Nurmantyo di Surabaya dan Polisi Bubarkan Acara KAMI di Surabaya Saat Gatot Nurmantyo Beri Sambutan