Sabtu, 9 Mei 2026

CHINA Belum Puas! Setelah Uighur Sekarang Tindas Muslim Utsul, Jilbab Dilarang Masjid Diperkecil

China melarang penggunaan jilbab dan pakaian yang berbau agamis di sekolah dan kantor pemerintah kepada Muslim Utsul

Tayang:
SCMP.com
Sekelompok gadis Muslim Utsul mengenakan jilbab sambil membaca buku pelajaran di luar Sekolah Tianya Utsul, dikelilingi polisi. Mereka dilarang menempuh pendidikan jika jilbab masih dikenakan 

CHINA Belum Puas! Setelah Uighur Sekarang Tindas Muslim Utsul, Jilbab Dilarang Masjid Diperkecil

TRIBUNBATAM.ID - Pemerintah China sering membenarkan melakukan persekusi terhadap Muslim di Xinjiang, dengan menunjuk adanya orang yang terkontaminasi teroris sebelumnya.

Pada tahun 2015, badan legislatif regional mengeluarkan undang-undang yang melarang penggunaan cadar dan pakaian lain yang merepresentasikan simbol agama ekstremis di Urumqi.

CHINA Dimana-mana, Prabowo 2 Hari di New Delhi, Saatnya Pererat Hubungan Militer Indonesia-India!

Ambisi Neo Ottoman di Bawah Recep Tayyip Erdogan, Turki Bisa Guncang China di Asia Tengah

Yang kemudian, aturan ini diberlakukan di seluruh Xinjiang dua tahun kemudian.

Aturan dan isu soal ekstremis membuah China makin sewenang-wenang terhadap etnit Uighur.

Bendera China berkibar di atas masjid yang sudah ditutup oleh pihak berwenang di Kota Tua Kashga, China. Sebuah masjid bersejarah yang dibangun pada 1540, Masjid Agung Kashga, sudah dihancurkan oleh pemerintah China.
Bendera China berkibar di atas masjid yang sudah ditutup oleh pihak berwenang di Kota Tua Kashga, China. Sebuah masjid bersejarah yang dibangun pada 1540, Masjid Agung Kashga, sudah dihancurkan oleh pemerintah China. (Kevin Frayer/Getty Images via Guardian)

Setelah melakukan tekanan terhadap etnis Uighur di Xinjiang, persekusi kaum Muslim China oleh Beijing semakin membesar dan melebar ke wilayah lain di negara itu, termasuk komunitas kecil Muslim yang berada di selatan.

Tindakan ini pun membuat perhatian dunia sedang terfokus pada perlakuan China terhadap kaum minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.  

China Terus Dikecam Internasional, Ada 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang untuk Etnis Uighur

Langkah terbaru yang dilakukan pemerintah China adalah, melarang penggunaan jilbab dan pakaian yang berbau agamis di sekolah dan kantor pemerintah kepada Muslim Utsul.

Muslim Utsul merupakan komunitas yang kurang dikenal, memliki sekitar 10.000 orang yang berbasis di Sanya, sebuah kota di provinsi pulau Hainan, hampir 12.000 km dari Xinjiang.

Diduga Ada Pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur, Remake Film Disney Mulan hadapi Seruan Boikot

Melansir dari South China Morning Post, Selasa (29/9/2020), Dokumen Partai Komunis juga menunjukkan pihak berwenang akan meningkatkan pengawasan mereka terhadap penduduk di lingkungan Muslim.

Dokumen partai Komunis itu meminta untuk "menyelesaikan masalah" dan pembatasan yang lebih ketat pada penggunaan pakaian muslim dan arsitektur "Arab" akan diberlakukan.

Tuding China Lakukan Pelanggaran HAM Berat Kepada Uighur, Inggris: Itu Sangat Menyedihkan

Perintah pelarangan hijab di sekolah memicu protes dari sekolah-sekolah di lingkungan Muslim Utsul awal bulan ini.

Gambar serta video yang beredar di media sosial China menunjukkan, sekelompok gadis mengenakan jilbab membaca buku pelajaran di luar Sekolah Tianya Utsul, sambil dikelilingi oleh petugas polisi.

Duta Besar Tiongkok membanggakan pedesaan yang indah sambil menonton klip genosida Muslim Uighur
Duta Besar Tiongkok membanggakan pedesaan yang indah sambil menonton klip genosida Muslim Uighur (BBC via Intisari Online)

"Dalam aturan resminya adalah bahwa tidak ada etnis minoritas yang dapat mengenakan pakaian Muslim di lingkungan sekolah, tetapi etnis minoritas lainnya (di Sanya) tidak mengenakan pakaian Muslim dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Sehingga tidak ada bedanya bagi mereka, tetapi bagi kami jilbab adalah bagian yang tidak terpisahkan.

Pria Australia Coba Lawan Pemberitaan Media Barat soal Uighur di China Tak Sesuai Fakta

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved