Selasa, 28 April 2026

TRIBUN WIKI

Mengenal Sejarah Batik di Indonesia, Dulu Dilukis di Atas Daun Lontar

Kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya.

freepik.com
SEJARAH BATIK - Kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu ‘amba’ dan ‘tik’, yang artinya menulis titik. FOTO: ILUSTRASI. 

Raja Jawa  menguasai seni dengan keadaan tempat yang dapat mengilhaminya untuk  menciptakan pola batik lereng atau parang, merupakan ciri ageman Mataram yang berbeda dengan pola batik sebelumnya.

Motif Parang Rusak misalnya.

MOTIF BATIK PARANG

Motif ini diciptakan oleh Panembahan Senopati, pendiri Keraton Mataram.

Setelah memindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Mataram, Senopati sering bertapa di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa yang dipenuhi oleh jajaran pegunungan seribu yang tampak seperti pereng (tebing) berbaris.

Akhirnya, beliau menamai tempat bertapanya dengan pereng yang kemudian berubah menjadi parang.

Salah satu tempat tersebut ada bagian yang terdiri dari tebing atau pereng yang rusak karena deburan ombak laut selatan sehingga lahirlah ilham untuk menciptakan motif batik yang kemudian diberi nama Parang Rusak.

Selain motif Parang Rusak ada juga Motif Larangan yang dicanangkan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1785.

Pola batik yang termasuk larangan antara lain: Parang Rusak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat Lar, Udan Liris, Rujak Senthe, serta motif Parang-parangan yang ukurannya sama dengan parang rusak.

Motif batik Semen mengutamakan bentuk tumbuhan dengan akar sulurnya ini bermakna semi atau tumbuh sebagai lambang kesuburan, kemakmuran, dan alam semesta

MOTIF BATIK SEMEN

Sedangkan motif Udan Liris termasuk dalam pola geometris yang tergolong motif lereng disusun secara garis miring diartikan sebagai hujan gerimis yang menyuburkan tumbuhan dan ternak.

Secara keseluruhan, motif yang juga tersusun dari motif Lidah Api, Setengah Kawung, Banji, Sawut, Mlinjon, Tritis, ada-ada dan Untu Walang yang diatur diagonal memanjang ini bermakna pengharapan agar pemakainya dapat selamat sejahtera, tabah dan berprakarsa dalam menunaikan kewajiban bagi kepentingan nusa dan bangsa.

Motif Sawat bermakna ketabahan hati.

MOTIF BATIK SAWAT

Sedangkan motif Cemungkiran yang berbentuk seperti lidah api dan sinar merupakan unsur kehidupan yang melambangkan keberanian, kesaktian, ambisi, kehebatan, dan keagungan yang diibaratkan seperti Dewa Syiwa yang dalam masyaraka Jawa dipercaya menjelma dalam diri seorang raja sehingga hanya berhak dipakai oleh raja dan putra mahkota. 

Asal Mula Hari Batik Nasional, Kenali Jenis Batik Termahal di Indonesia

Perjalanan Panjang Batik hingga Diakui Dunia, Dikenalkan oleh Soeharto saat Konferensi PBB

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Batik'.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved