Kembali Ricuh! Aksi Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja, Polisi: Jangan Ada Anarki, Ini Aksi Damai

Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) berakhir ricuh pada Selasa (13/10/2020

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra I
RICUH DEMO TOLAK UU CIPTA KERJA - Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) berakhir ricuh pada Selasa (13/10/2020). Foto: Massa aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja diduga membakar motor polisi yang tertinggal di gedung DPRD Lampung, Rabu (7/10/2020). 

Editor Danang Setiawan

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) berakhir ricuh pada Selasa (13/10/2020).

Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) yakni aksi gabungan dari ormas Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama dan PA 212.

Dilansir dari TribunWow, kericuhan terjadi saat memasuki sore hingga petang hari.

Dikutip dari channel YouTube Kompas TV, dugaan sementara pemicu kericuhan bukan dilakukan oleh orang-orang beratribut PA 212 yang biasa mengenakan baju putih, namun dilakukan ratusan remaja.

Terlihat mereka terlibat aksi lempat batu dan bakar jalan.

Dengan pengeras suara, terdengar polisi meminta agar para perusuh berhenti melempar.

Sehingga tembakan ke udara juga dilepaskan oleh kepolisian.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Ungkap Alasan UU Cipta Kerja Dibentuk, Singgung Lapangan Pekerjaan

Baca juga: SBY Blak-blakan Siapa Orang di Lingkaran Jokowi yang Selalu Fitnah Dirinya: Saya Sakit Hati

Aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) termasuk Persaudaraan Alumni (PA 212) berujung ricuh di Jakarta Pusat pada Selasa (13/10/2020).
Aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) termasuk Persaudaraan Alumni (PA 212) berujung ricuh di Jakarta Pusat pada Selasa (13/10/2020). (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Polisi juga meminta tolong agar Front Pembela Islam (FPI) membantu menenangkan para perusuh.

Polisi terus menimbau agar semua pihak bisa tenang.

"Tolong yang dari FPI jagain, jangan ada yang anarki. Tidak ada yang terpancing, tidak ada yang terprovokasi, semua tenang."

"Aksi ini aksi damai," kata polisi.

Dalam kesempatan itu polisi meyakini ada pihak-pihak yang ingin mengadu domba.

Lagi-lagi, polisi meminta bantuannya pada para anggota FPI.

"Teman-teman semuanya tetap tenang. Ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengadu."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved