Pimpinan Mabes TNI Murka, 20 Prajurit Terindikasi LGBT Dibebaskan Majelis Hakim Pengadilan Militer
Keberadaan kaum LGBT buat murka pimpinan di Mabes TNI AD, terlebih 20 prajurit yang terindikasi LGBT dibebaskan majelis hakim pengadilan militer
TRIBUNBATAM.ID - Jiwa-jiwa LGBT juga berlindung di balik seragam kesatria TNI dan Polri.
Isu merebaknya kelompok LGBT di tubuh TNI dan Polri diungkapkan seorang mantan jenderal yang kini menjabat sebagai Ketua Kamar militer Mahkamah Agung (MA), Mayjen (Purn) Burhan Dahlan.
LGBT adalah akronim dari lesbian, gay, biseksual dan transgender atau penyuka sesama jenis.
Baca juga: Pimpinan Sersan Anggota Letkol, Eks Jenderal Sebut Ada Kelompok LGBT di Tubuh TNI dan Polri
Baca juga: Istilah LGBT Telah Digunakan Sejak 1990-an, Disebabkan oleh Faktor Trauma Masa Lalu
Keberadaan kaum LGBT ini pun menurut dia sempat membuat murka para pimpinan di Mabes TNI AD.
Terlebih, 20 prajurit yang terindikasi LGBT dibebaskan oleh majelis hakim pengadilan militer.

Burhan menuturkan hal itu ketika jadi pembicara untuk mengisi materi tentang pembinaan teknis dan administrasi yudisial kepada para hakim militer se-Indonesia pada Senin (12/10/2020).
Burhan mengatakan, dirinya mengetahui ada kelompok LGBT di tubuh TNI dan Polri ketika dirinya diajak pimpinan Mabes TNI AD untuk berdiskusi mengenai isu LGBT.
Baca juga: Lagi Ramai LGBT, Inilah Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom yang Diazab Allah
Baca juga: Heboh Cuitan Partai Gerindra soal LGBT, Fadli Zon Tegaskan Tolak LGBT
Dari diskusi itu terungkap adanya fenomena LGBT di tubuh TNI dan Polri.
Selain membahas fenomena tersebut, pimpinan Mabes TNI AD disebutnya juga marah besar saat itu.
Menurut Burhan, kemarahan itu membuncah karena terdapat 20 prajurit TNI yang mempunyai kasus terkait LGBT, namun dibebaskan oleh majelis hakim pengadilan militer.

"Ada 20 berkas perkara yang masuk ke peradilan militer persoalan hubungan sesama jenis antara prajurit dengan prajurit," kata Burhan.
"Ada yang melibatkan dokter tentunya pangkatnya perwira menengah, letkol dokter."
Burhan menjelaskan, pimpinan Mabes TNI AD marah besar dengan prajurit yang LGBT. Sebab, TNI mengemban tugas untuk menjaga pertahanan negara.
Baca juga: Terus Disorot Soal Hukuman Rajam Bagi LGBT dan Zina, Sultan Kembalikan Gelar Kehormatan Oxford
Baca juga: Sultan Brunei Pastikan Tidak Akan Terapkan Hukuman Mati pada LGBT
"Jika dalam pelaksanakan tugas tersebut prajurit memiliki kebiasaan yang menyimpang, bagaimana prajurit bisa menjalankan tugas dengan baik" katanya.
Burhan mengatakan ada sejumlah tingkatan jabatan yang terindikasi LGBT.