Yunani Meradang Dibikin Turki, Erdogan Kirim Kapal Survei ke Laut Mediterania
Turki dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan saat ini mendapat kecaman dari Yunani dan Amerika Serikat (AS) soal aktivitas di Laut Mediterania Timur
TRIBUNBATAM.ID - Turki dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan saat ini mendapat kecaman dari Yunani dan Amerika Serikat (AS).
Itu terjadi lantaran Turki kembali menyatakan kapal survei seismiknya telah mencapai lokasi di Laut Mediterania Timur, di mana kapal itu mulai beroperasi pada hari Rabu (14/10/2020).
Baca juga: MEMBARA! Konflik Berdarah Azerbaijan Vs Armenia Picu Keterlibatan Turki, Perancis dan Rusia
Baca juga: Ambisi Neo Ottoman di Bawah Recep Tayyip Erdogan, Turki Bisa Guncang China di Asia Tengah
Laut Mediterania Timur saat ini masih disengketakan oleh Yunani.
Hubungan keduanya sempat mereda namun ketegangan antara Turki dengan Yunani diprediksi akan kembali memanas.
Beroperasinya kapal survei seisemik Turki itu disampaikan langsung oleh Menteri Energi Turki Fatih Donmez.
Baca juga: Fakta Sejarah Erdogan Gagal Dikudeta, Militer Turki Kirim Pesan ke Eropa yang Pernah Dihajar di PD I
Baca juga: Presiden Erdogan Ubah Status Hagia Sophia Jadi Masjid, Rusia Beranggapan Turki Ada Masalah Internal
Melansir Arab News, dalam sebuah langkah yang bisa memicu ketegangan dengan Yunani, Ankara mengirim Kapal Oruc Reis ke daerah yang disengketakan, dekat Pulau Kastellorizo Yunani di lepas pantai Turki pada hari Senin.
Baca juga: Diejek Turki Munafik UEA Ikut Mesir dan Yordania, Perjanjian Damai dengan Israel Picu Kemarahan
Yunani mengatakan aksi itu merupakan "eskalasi besar" dari perselisihan mereka atas hak maritim dan klaim atas sumber daya hidrokarbon di wilayah tersebut.
"Oruc Reis telah mencapai kawasan di Mediterania timur tempat ia akan melakukan aktivitasnya.
Tes dimulai kemarin dan kami mulai menerima pembacaan seismik pertama hari ini," kata Donmez dalam konferensi melalui tautan video.
Baca juga: Setelah Hagia Sophia, Presiden Turki Erdogan Perintahkan Museum Kariye Jadi Masjid, Yunani Bereaksi
Baca juga: Israel Serbu Permukiman Warga Palestina, Maroko Tolak Normalisasi Damai, Turki Ejek UEA Munafik
Sebelumnya, Turki telah menarik kapal dari perairan yang diperebutkan di kawasan itu bulan lalu, untuk "memungkinkan dilakukannya diplomasi" sebelum pertemuan puncak Uni Eropa di mana sanksi terhadap Turki dibahas.
Baca juga: Lupakan Sejenak Drama AS dan China, Yunani Tak Senang Turki Pamer Otot Militer di Laut Siprus
Mengutip Reuters, Amerika Serikat (AS) mengecam langkah baru Turki yang mengirim kembali kapal guna melakukan survei seismik di Mediterania Timur.
AS juga menuduh Ankara memicu ketegangan dan "sengaja" mempersulit dimulainya kembali pembicaraan dengan Yunani.
Baca juga: Hagia Sophia Jadi Masjid, Amerika Serikat, Hamas hingga Yunani Bereaksi, Ada Apa?
Baca juga: Dikenal Sejak Zaman Yunani Kuno, Inilah Manfaat dan Efek Samping Cuka Apel
"Amerika Serikat menyesalkan pengumuman 11 Oktober oleh Turki tentang pembaruan kegiatan survei Turki di wilayah di mana Yunani menegaskan yurisdiksinya di Mediterania Timur," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan, Selasa (13/10/2020).
"Pemaksaan, ancaman, intimidasi dan aktivitas militer tidak akan menyelesaikan ketegangan di Mediterania Timur.
Kami mendesak Turki untuk mengakhiri provokasi yang diperhitungkan ini dan segera memulai pembicaraan baru dengan Yunani," ujarnya seperti dikutip Reuters.
Baca juga: Terungkap! Inilah Kisah Pasukan Abadi Persia. Konon Pernah Binasakan Pasukan Yunani!
.
.
.
(*)
Yunani Meradang Dibikin Turki, Erdogan Kirim Kapal Survei ke Laut Mediterania
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kirim kapal survei ke Laut Mediterania, Turki kembali bikin Yunani meradang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2906_trump-vs-erdogan.jpg)