Paman Pecandu Narkoba di Medan Rampok, Rudapaksa dan Bekap Keponakannya Hingga Tewas
Supriyono mengaku menghabisi nyawa korban dengan cara membekapnya menggunakan bantal.
Keluarga korban, Dayat yang ikut membuka pintu langsung menyebutkan terduga pelaku Supriyono saat itu baru pulang merantau dari Aceh.
"Terduga pelaku itu baru pulang Rabu 14 Oktober ini merantau dari Aceh, dia ini tukang bangunan. Dari kejadian itu laptop dan tiga hp korban hilang," ungkapnya.
Dia juga membenarkan saat ditemukan celana dalam korban terdapat bercak darah.
Pihak kepolisian juga menurutnya sudah memberitahukan kepada keluarga jika ada tindakan pelecehan.
"Informasi dari keluarga memang benar ada darah di celana dalam korban. Terus waktu kejadian itu celana korban sudah turun, terus dibagusi ibunya. Tadi pun pihak kepolisian sudah kasih tahu di RS Bhayangkara kalau ada tindakan pelecehan," ungkapnya.

Menurut Rahmad, awal kejadian bermula ketika rumah korban ditemukan digembok dan harus dicongkel.
"Saya sendiri setengah 11 malam baru dikabarin, informasi dari keluarga jam setengah 10 makam itu baru dibongkar, karena digedor enggak ada yang jawab, baru rumah itu dicongkel, dan baru ketahuan kalau mayat sudah ada didalam," terangnya.
Kondisi korban sudah tergeletak dimana tangan dan kakinya diikat.
"Korban sudah tergeletak di tempat tidur, posisi kaki teruntai ke bawah. Terus separuh badan di tempat tidur, telentang. Kalau informasi diikat, iya diikat.
Rahmad mengatakan ada bekas darah di celana dalam korban seperti bekas pemerkosaan.
"Menurut kelurganya anaknya ada bercak darah di celana dalam korban," tuturnya.
Kanit Reskrim Polsek Sunggal AKP Budiman Simanjuntak telah membenarkan kejadian pembunuhan tersebut.
"Benar (pembunuhan), rilisnya sudah kami share," kata dia.
Tangis Histeris Ibunda
IBu korban, Butet Erlina (42) tak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah anak gadisnya disemayamkan di rumah duka.