Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf, Berikut Menteri Ekonomi Paling Populer Pilihan Pengusaha
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita jadi menteri paling populer di kalangan pengusaha
Seringkali lambat ini suara-suara keluhan-keluhan dari teman-teman dari asosiasi ini yang kita harapkan Kementerian Perdagangan bisa lebih antisipatif untuk merespons kebutuhan industri pengolahan dalam negeri," ujar Sanny.
Michael Susanto Pardi, Ketua Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia pun mengatakan hal yang sama.
Dia bilang, Menperin punya kinerja cukup baik dengan adanya IOMKI saat awal PSBB.
Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga dianggap memiliki kinerja nyata.
"Menteri Keuangan tentunya dan Menteri Perindustrian juga banyak membantu dengan IOMKI pada saat awal PSBB," kata dia.
Baca juga: SOAL Pengesahan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) Begini Kata Pengusaha Batam
Setali tiga uang, Michael pun menyebut Kemendag harus dapat bekerja sama lebih erat dengan Kemenperin.
Terlebih pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah menjaga agar industri yang existing tetap bertahan, dalam artian tidak hanya hanya fokus kepada mencari investor baru.
"Kemendag menurut saya perlu kerja sama lebih erat dengan perindustrian, agar barang-barang yang sudah diproduksi lokal, bisa dilindungi dari gempuran barang-barang impor," jelasnya.
Baca juga: Jokowi Beberkan Kelebihan UU Cipta Kerja, Urusan Perizinan di Permudah, Banyak Investor Akan Melirik
Michael juga berharap ada proteksi terhadap produk domestik dari serbuan barang impor.
"Industri nasional mempekerjakan banyak karyawan, perlu proteksi terhadap serangan impor dari barang-barang luar negeri yang di negaranya juga sedang over supply," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani menilai, kinerja mencolok ditunjukkan oleh Kementerian Keuangan.
Kebijakan fiskal yang bisa mendorong percepatan ekonomi, termasuk realokasi dan refocusing APBN menjadi andalan mengapa nilai Kemenkeu positif.
Namun Ajib menggarisbawahi, tentunya perlu ditopang kinerjanya oleh kementerian teknis lainnya.
"Bank Indonesia juga harus lebih agresif dalam membuat regulasi dan insentif yang memperbanyak likuiditas di masyarakat," jelas Ajib.
Baca juga: Aktor Hongkong Stephen Chow Bangkrut, Terlilit Utang dengan Investor dan Mantan Kekasihnya
Ajib pun menilai, Kementerian Koperasi dan UKM di bawah Teten Masduki perlu lebih mengoptimalkan fungsinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jokowi111111111.jpg)