Minggu, 12 April 2026

Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf, Berikut Menteri Ekonomi Paling Populer Pilihan Pengusaha

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita jadi menteri paling populer di kalangan pengusaha

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Joko Widodo saat mendatangi kediaman Maruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019) malam. Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf, Berikut Menteri Ekonomi Paling Populer Pilihan Pengusaha 

TRIBUNBATAM.ID - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita jadi menteri paling populer di kalangan pengusaha.

Kebijakan-kebojakan yang ia keluarkan selama pandemi dirasakan pengusaha bermanfaat dan membantu pengusaha di masa-masa sulit Covid-19.

Baca juga: Kemenperin Optimistis Industri Manufaktur Tumbuh 5,3 Persen, Dorong Ketersediaan Bahan Baku

Baca juga: Ketahui Smartphone Black Market atau Tidak, Begini Cara Cek IMEI dari Situs Kemenperin

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (TribunBatam.id/Istimewa)

Selain nama Agus Gumiwang juga ada nama Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dinilai kalangan pengusaha punya kerja nyata.

Baca juga: IMEI Ponsel Impor Segera Diblokir, Ini Keterangan Kemenperin dan 5 Alasan yang Diberikan

Baca juga: Anda Pemilik Industri Kecil? Ada Program Dapur Bersih dari Kemenperin untuk Anda. Silakan Cek Disini

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar menyebut, menteri ekonomi yang mempunyai kinerja baik selama setahun terakhir jatuh ke Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca juga: Lewat Program Startup 4 Industry, Kemenperin Dorong Inovasi Teknologi Untuk IKM

Menurut dia, sejak pandemi virus corona (Covid-19) bergulir, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) selalu mengeluarkan kebijakan yang positif, seperti izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI).

Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengikuti geladi bersih pelantikan dirinya sebagai menteri
Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengikuti geladi bersih pelantikan dirinya sebagai menteri ((KOMPAS/Fabian Januarius Kuwado))

"Pas pandemi ini disadari atau tidak diakui atau tidak memang masuki era pandemi ini Kemenperin itu mengeluarkan izin operasi dan mobilitas daripada kegiatan industri ini antisipasi dari awal," kata dia, Senin (19/10/2020).

Baca juga: Agus Gumiwang Kartasasmita Pengganti Idrus Marham. Ini Profil Mensos Baru

Baca juga: Mensos Idrus Marham Resmi Mundur, Kader Golkar Agus Gumiwang Menggantikan?

Adanya pandemi membuat penurunan permintaan akan barang dan jasa.

Namun dengan adanya IOMKI, paling tidak produksi dari beberapa industri tetap berjalan dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan yang utama.

"Menteri Perindustrian ini memang punya intuisi.

Baca juga: Pesan Pengusaha Batam ke Menteri Perindustrian, Semoga Ada Perubahan Regulasi

Dia melihat bahwa kalau cuma tetap menjalankan PSBB istilahnya enggak diimbangi dengan kegiatan ekonomi atau industrinya tidak paralel dengan melakukan protokol kesehatan, wah ini tidak bisa terbayang drop banget yang ujungnya akan berdampak pada penerimaan negara.

MENKO PEREKONOMIAN - Menko Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto. Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, jadi pembahasan bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura H.E. Chan Chun Sing dalam pertemuan secara virtual.
MENKO PEREKONOMIAN - Menko Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto. Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, jadi pembahasan bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura H.E. Chan Chun Sing dalam pertemuan secara virtual. (TribunBatam.id/Istimewa)

Kalau penerimaan negara terbatas, maka kesejahteraan masyarakat menurun, karyawan dirumahkan banyak, gitu gambarannya," ungkap Sanny.

Adapun menteri yang harus meningkatkan kinerja menurut Sanny adalah Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dimotori Agus Suparmanto.

Baca juga: Temu Ramah dengan Pengusaha, Wali Kota Tanjungpinang Rahma Ajak Bangun Tanjungpinang

Baca juga: Singapura Buka Pintu untuk WNA Mulai 26 Oktober, Pengusaha Batam: Ini Kabar Baik

Dia berharap Kemendag dapat meningkatkan lagi apa yang sudah dilakukan.

Hal yang perlu diperhatikan ialah terkait impor bahan baku dan bahan penolong bagi industri yang tak diproduksi di dalam negeri.

"Impor-impor bahan baku maupun bahan penolong yang sangat dibutuhkan oleh industri dalam negeri yang kebetulan dalam juga tidak ada jenis bahan baku atau belum diproduksi.

Baca juga: Bioskop di Batam Bakal Dibuka, Pengusaha Diminta Kumpulkan Data Pengunjung Lewat Fotokopi KTP

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved