Breaking News:

Mahfud MD Sebut Pemerintah Tidak Larang Aksi Demonstrasi, Sujiwo Tejo: Kalau Benar, Aku Gak Nyesal

Sejak disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-undang (UU) pada Senin (5/10/2020) membuat gelombang aksi unjuk rasa.

Editor: Anne Maria
Youtube ILC TVOne
Menko Polhukam, Prof Moh Mahfud MD. 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD baru-baru ini menyebut pemerintah tidak melarang aksi unjuk rasa pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Unjuk rasa tersebut merupakan demo lanjutan dalam rangka menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Seperti diketahui, sebelumnya seluruh lapisan masyarakat yang terdiri dari buruh pekerja dan mahasiswa juga melakukan aksi unjuk rasa.

Budayawan Sujiwo Tejo pun ikut menanggapi pernyataan Mahfud MD tersebut. 

Sejak disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-undang (UU) pada Senin (5/10/2020) membuat gelombang aksi unjuk rasa di berbagai wilayah bermunculan pada dua pekan terakhir.

Hari Selasa (20/10/2020), aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja digelar oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

Terkait hal itu, Mahfud MD mengatakan, pemerintah tidak melarang aksi unjuk rasa. 

"Pemerintah tidak melarang kalau mau unjuk rasa, yang penting ikuti aturan," kata Mahfud dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube Kementerian Polhukam RI, Senin (19/10/2020).

Mahfud mengatakan, para demonstran tidak perlu mendapatkan izin untuk menggelar unjuk rasa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved