Maskapai Diminta Tambah Frekuensi Penerbangan Jelang Libur Panjang

Memasuki libur panjang tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan meminta maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan.

kompas.com/roderick adrian mozes
Menhub RI Budi Karya Sumadi 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA – Musim libur panjang akan segera datang.

Biasanya liburan panjang banyak diisi dengan kegiatan jalan-jalan.

Baik di dalam kota, maupun perjalanan liburan ke luar kota.

Memasuki libur panjang tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan meminta maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan.

"Kami telah berkoordinasi dengan maskapai, untuk menambah jadwal penerbangannya. Dengan ditambahnya jadwal penerbangan, tentunya akan mengurangi penumpukan penumpang pesawat di bandara," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers virtual bersama BNPB, Rabu (21/10/2020).

Selain itu, lanjut Budi Karya, penambahan frekuensi penerbangan juga dapat memberikan rasa aman pada masyarakat karena risiko penumpukan penumpang di bandara berkurang.

Baca juga: Budi Karya Terbitkan Permenhub, Ini Kelengkapan yang Harus Dipenuhi pada Sepeda

Baca juga: Atta Halilintar Diprotes saat Padukan Batik dengan Ripped Jeans, di Momen Bareng Menhub Budi Karya

Meski begitu Budi Karya mengatakan, frekuensi penerbangan yang diperbanyak juga harus dengan penerapanan protokol kesehatan yang ketat.

Mulai dari di bandara, saat masuk pesawat, di dalam pesawat dan juga saat turun dari pesawat.

Ia juga mengimbau kepada penumpang pesawat, sebisa mungkin tidak melepas masker ataupun berbincang di dalam kabin pesawat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Selain itu, kami juga masih mewajibkan penumpang pesawat untuk melakukan rapid test Covid-19 sebagai syarat bepergian," ujar Budi Karya.

Hal tersebut menurut Budi Karya, untuk memberikan rasa aman dan nyaman penumpang pesawat saat melakukan perjalanan menggunakan angkutan udara.

Budi Karya juga menjelaskan, bahwa kabin pesawat relatif lebih aman dari penyebaran Covid-19 karena memiliki teknologi High Efficiency Particulate Arresters (HEPA).

Baca juga: Ini Tanggapan Istana Soal Pernyataan Menhub Budi Karya Izinkan Lagi Transportasi Beroperasi

Baca juga: Beda Pendapat Antara Menhub Budi Karya dengan Presiden Jokowi, Pesawat Kembali Beroperasi

"Teknologi ini mampu melakukan sirkulasi udara di dalam kabin pesawat setiap dua sampai tiga menit sekali, sehingga udara di kabin pesawat selalu bersih," ujar Budi Karya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jelang Libur Panjang, Maskapai Diminta Tambah Frekuensi Penerbangan
Penulis: Hari Darmawan

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved