Breaking News:

12 Terdakwa Kasus Narkoba di Batam Dituntut Mati Selama 2020, Tiga di Antaranya WNA

Kejari Batam mencatat sepanjang 2020 ada puluhan kasus narkoba yang ditangani. Dari jumlah itu,sebanyak 12 orang terdakwa dituntut mati,1 seumur hidup

Editor: Dewi Haryati
Istimewa
DITUNTUT MATI - Sepanjang tahun 2020, Kejari Batam menuntut mati 12 terdakwa kasus narkoba di Pengadilan Negeri Batam. Ilustrasi vonis 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komitmen memberantas peredaran gelap narkotika di Indonesia, khususnya Batam juga ditunjukkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Tak sedikit terdakwa kasus narkoba dituntut hukuman maksimal, bahkan tuntutan pidana mati atau seumur hidup.

Tuntutan ini telah mempertimbangkan asas keadilan.

Tak sedikit pula terdakwa kasus narkoba yang dituntut lewat proses persidangan di Pengadilan Negeri Batam ini merupakan Warga Negara Asing ( WNA).

Kejaksaan Negeri Batam mencatat, sepanjang tahun 2020 ini saja ada puluhan perkara narkotika yang ditangani.

Dari jumlah itu, sebanyak 12 terdakwa di tuntut mati dan satu terdakwa lainnya dituntut pidana seumur hidup.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Batam, Novriadi Andra.

"Sesuai arahan pimpinan, Kejaksaan Negeri Batam berkomitmen memberantas peredaran gelap berbagai jenis narkotika. Yang dituntut belasan tahun itu, ada pertimbangan khusus. Misalkan terdakwa hanyalah kurir. Tentu ini juga berdasarkan asas keadilan," kata Novriadi, Jumat (23/10/2020).

Seperti baru-baru ini, delapan terdakwa kasus narkotika jenis sabu-sabu dituntut pidana mati oleh Pengadilan Negeri Batam.

Ke delapan terdakwa pidana mati itu termasuk Warga Negara Asing ( WNA) Kumar Atchababo alias Rao, Rajandra Ramasamy dan Sanggar Ramasamy.

Baca juga: Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan 163,9 Gram Ganja, Barang Bukti Narkoba di Kampung Bule

Baca juga: Mengapa Chai Changpan Bunuh Diri Usai Susah Payah Kabur, Akhir Pelarian Terpidana Mati Narkoba

Perkaranya dicatat oleh Pengadilan Negeri Batam 504/Pid.Sus/2020/PN Btm dengan JPU Mega Tri Astuti.

Ketiganya ditangkap polisi di sekitar Pulau Putri, Nongsa, Batam, Minggu (12/1/2020) pukul 19.30 WIB lalu.

Dari mereka, petugas menemukan sebanyak 16 bungkus narkotika jenis serbuk kristal sabu-sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merek guanyingwang dan dibungkus lagi dengan plastik warna biru.

Kemudian, satu buah tas merek PK warna biru dongker kombinasi unggu yang berisikan 11 bungkus narkotika jenis serbuk kristal sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merek guanyingwang.

Dan dibungkus lagi dengan plastik warna biru, dengan berat total seberat 28.679,1 gram.

Kejaksaan Negeri Batam menjerat ketiganya pasal 114 Ayat 2 Jo 132 Ayat 1 Undang–undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ya, mereka ini adalah jaringan internasional. Itu pula yang menjadi pertimbangan kami menuntut mati," tambah Novriadi.

Kemudian, terdakwa keempat WNI Hiklas Saputra alias Iik bin Romli, kelima Dedi Irawan bin Effendi dan ke enam Samsul Abidin aliass Asen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved