Kamis, 23 April 2026

NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM

Hari Pertama Kebijakan Buka Pintu Singapura, Respon Dunia Usaha & Kesiapan Pemko Batam

Kebijakan buka pintu Singapura disambut baik oleh dunia usaha di Kota Batam. Di lain sisi, Pemko Batam sudah mendapat protap terkait kebijakan itu.

TribunBatam.id/Ichwannurfadillah
OS STYLE HOTEL BATAM - Suasana OS Style Hotel Batam. Dunia usaha menyambut baik kebijakan buka pintu Singapura. 

Implementasi Travel Corridor Arrangement (TCA) antara Indonesia dan Singapura dimulai pada Senin (26/10/2020).

Jalur TCA yang telah dibuka ini memungkinkan para pebisnis atau diplomat untuk melakukan perjalanan antar dua negara yang saling berbatasan tersebut, yakni Indonesia dan Singapura.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum mengakui pihaknya sudah dapat protap dari Kementerian Luar Negeri Singapura, melalui Konjen Singapura yang ada di Batam.

Baca juga: HARI Pertama Singapura Buka Pintu, Begini Suasana di Pelabuhan Batam Center 

Baca juga: Dijadwalkan Hari Ini (26/10), Mengapa Pembukaan Jalur Hijau Singapura-Indonesia Diperlukan?

Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri, Mirza Nurhidayat mengakui Singapura memberikan saran kepada Indonesia terkait pintu masuk Singapura ke Indonesia.
Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri, Mirza Nurhidayat mengakui Singapura memberikan saran kepada Indonesia terkait pintu masuk Singapura ke Indonesia. (TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI)

Bahwasanya Singapura dan Indonesia sudah siap dalam sistemnya untuk menjalankan TCA.

"Hari ini sudah bisa pengajuan datanya. Mulai bisa di entry. Kemudian trouble passnya bisa di approve tanggal 1 atau 2 November," kata Syamsul saat webilog bersama Tribun Batam, Senin (26/10/2020).

Diakuinya Pemerintah Singapura menetapkan tanah merah sebagai pelabuhannya. Dan di Batam, sudah ditetapkan Pelabuhan Internasional Batam Center.

"Kenapa di Pelabuhan Batam Center? Karena lebih banyak akses pelayanannya sebelumnya. Ini baru tahap sementara.

Nanti kalau 300 kuota diapprove, bisa saja kedepan pelabuhan Habourbay dan pelabuhan Nongsa Point Marina menjadi entry," tuturnya.

Syamsul menegaskan persyaratan yang paling utama harus ada sponsor keduanya, baik yang dari Singapura maupun Indoneeia. Sementara aplication form dibuat oleh sponsor.

"Lalu harus memiliki rute perjalanan dan 2 kali swab baik dari Singapura ke indonesia maupun Indonesia ke Singapura," imbuhnya.

Untuk hari ini, tegasnya, baru hanya sekedar pembukaan sistem pengajuan. Jumlah tamu yang masuk ke Batam akan diketahui setelah 1 sampai 2 November 2020 mendatang.

"Karena mereka membutuhkan 72 jam di entry Bisa. Ada persyaratan yang harus dipenuhi supaya mereka masuk. Sponsornya harus jemput di pelabuhan.

Lebih penting lagi swab di approve rumah sakit mana yang ditujukan," katanya.

Ia menambahkan sejauh ini Menkes lagi mempersiapkan laboratorium sehingga hasil swab bisa lebih cepat. Sehingga mereka langsung bisa menjalankan aktivitasnya.

"Sementara untuk Hotel sudah mengusulkan 11 hotel yang menjadikan rujukan. Terdekat ada Haris, Aston dan lainnya. Hotel-hotel sudah patuhi protokol kesehatan.

Hotel mana diapprove kedua belah pihak. Kedua tamu harus mematuhi aturan negara. Sebelum masuk harus memenuhi syarat di Singapura kemudian di Indonesia.

Kemana pun pergi harus di tracking. Mereka tak bisa melewati garis hijau. Misalnya batasnya 10 hari," paparnya. (TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved