Breaking News:

MASSA DATANGI POLRES BINTAN

Warga Geram Oknum Pekerja PT BAI Masih Berkeliaran, Minta Penyidik Polres Bintan Tegakkan Keadilan

Massa yang datang ke Polres Bintan mengaku, kasus dugaan pemukulan oleh oknum pekerja PT BAI ke warga sudah 5 kali terjadi, namum belum diproses hukum

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
POLRES BINTAN - Massa mendatangi Polres Bintan, Selasa (3/11/2020). Mereka menuntut kejelasan laporan mereka ke Polres Bintan atas dugaan kasus pemukulan terhadap seorang pekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) kepada dua warga Bintan. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Massa yang mendatangi Polres Bintan meminta keadilan.

Mereka mengaku sudah lima kali aksi dugaan kekerasan dialami warga oleh oknum pekerja PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) itu, tapi menurut mereka belum juga ada kejelasan proses hukum dari penyidik Polres Bintan.

Perwakilan warga Hendrik menuturkan, dirinya sudah membuat laporan resmi terkait pemukulan yang menimpa rekannya itu ke Polres Bintan, Senin (2/11) kemarin.

Namun, sampai saat ini polisi belum juga menangkap pelaku yang diduga berinisial R tersebut.

"Kita sudah buat laporan ke Polres semalam, tapi sampai sekarang dia masih berkeliaran. Ini yang buat kami geram," ucapnya, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Pemilik Kios di Toapaya Ditangkap Polres Bintan, Jual BBM Bersubsidi ke Pengecer di Atas Harga Jual

Baca juga: BREAKING NEWS, Massa Datangi Polres Bintan, Minta Kejelasan Kasus Dugaan Pemukulan di PT BAI

POLRES BINTAN - Massa mendatangi Polres Bintan, Selasa (3/11/2020). Mereka menuntut kejelasan laporan mereka ke Polres Bintan atas dugaan kasus pemukulan terhadap seorang pekerja di PT BAI kepada dua warga Bintan.
POLRES BINTAN - Massa mendatangi Polres Bintan, Selasa (3/11/2020). Mereka menuntut kejelasan laporan mereka ke Polres Bintan atas dugaan kasus pemukulan terhadap seorang pekerja di PT BAI kepada dua warga Bintan. (TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Mewakili warga Hendrik menginginkan polisi supaya segera menangkap oknum pekerja tersebut.

Ia menjelaskan kalau dua korban yang diduga menjadi korban pemukulan hanya mempertahankan tanah mereka yang diklaim oleh PT BAI.

Namun, sekelompok karyawan dari PT BAI diduga tidak terima.

Menurutnya, mereka malah berbuat kekerasan dengan memukul warga yang merupakan rekannya itu.

"Dua orang yang di pukul saat di berada di rumah, akibat dari pukulan itu korban alami sakit bagian kepala dan rahangnya," ucapnya.

Kami minta oknum pekerja itu diproses hukum. Soalnya aksi kekerasan yang menimpa warga di sekitar Galang Batang oleh oknum karyawan PT BAI bukan yang pertama terjadi," sebutnya.(TribunBatam.id/AlfandiSimamora)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved