Sputnik V 92% Dinyatakan Efektif, Dubes Rusia Tegaskan Jalin Kerjasama Vaksin dengan Indonesia
Vaksin Sputnik V garapan Institut Gamaleya tengah melewati tahapan uji klinis yang melibatkan 40.000 orang dari Rusia dan beberapa negara lain seperti
TRIBUNBATAM.id, MOSKOW - Vaksin Sputnik V buatan Rusia dinyatakan efektif melindungi tubuh dari Covid-19, menurut hasil uji coba sementara.
Rusia merupakan negara pertama yang mendaftarkan vaksin Covid-19 untuk penggunaan publik pada Agustus lalu, sebelum dimulainya uji coba skala besar pada September.
Pemerintah Rusia diketahui akan menjalin kerjasama terkait penyediaan vaksin dengan Indonesia, dalam upaya menangani penyebaran virus corona.
Lyudmila Vorobieva, duta besar Rusia untuk Indonesia, di Jakarta, Rabu, (11/11/2020) mengatakan, bahwa ada tiga calon vaksin yang tengah dikembangkan di negaranya saat ini, salah satunya yakni vaksin Sputnik V yang kini dalam tahap ketiga uji klinis.
Pemerintah Rusia, berencana melakukan vaksinasi besar-besaran terhadap populasi setempat pada akhir tahun ini, berharap agar vaksin Sputnik V juga dapat digunakan untuk melawan Covid-19 di negara-negara mitra.
"Saya ingin menegaskan kembali bahwa Rusia siap untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam area produksi dan distribusi vaksin," jelas Vorobieva.
Ia juga menyebut bahwa pemerintahnya mendukung sikap Indonesia yang meyakini bahwa semua negara, baik kecil maupun besar, perlu mendapatkan akses yang setara terhadap vaksin Covid-19.
Baca juga: Brasil Tangguhkan Uji Coba Vaksin Corona Sinovac China Usai Insiden Buruk yang Serius
Baca juga: Otoritas Shanghai, China Mengkarantina 186 Orang Setelah Temuan Kasus Baru Covid-19
"Kami juga siap untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam aspek ini. Semua proposal telah kami berikan kepada otoritas terkait di Indonesia, dan sejumlah perusahaan juga telah menunjukkan ketertarikan. Konsultasi dan diskusi tengah berjalaan saat ini," paparnya.
Dubes Vorobieva tidak menyebutkan secara detail terkait perusahaan Tanah Air yang kemungkinan berpotensi menjalin kerja sama dengan pihaknya.
Namun, dia mengatakan bahwa hingga saat ini, pihak Rusia masih menunggu respon resmi dari pemerintah Indonesia melalui kementerian-kementerian terkait.
Vaksin Sputnik V garapan Institut Gamaleya tengah melewati tahapan uji klinis yang melibatkan 40.000 orang dari Rusia dan beberapa negara lain seperti Brasil, India, dan Belarus.
Vorobieva juga mengatakan, dua kanditat vaksin lainnya juga tengah dilakukan uji klinis, yakni vaksin Vektor di tahap dua, serta EpiVac dalam tahap pertama. (*)
Sumber: The Straits Times
Simak berita terbaru lainnya di Google
Baca juga: Dirjen WHO: Dunia Mungkin Lelah Hadapi Pandemi, Tapi Virus ini Tidak Pernah Lelah dengan Kita
Baca juga: Konsumen JNE Batam Komplain, Kirim Paket ke Luar Batam Tapi Tak Kunjung Sampai
Baca juga: BEGINI Pengakuan 2 Warga Makassar hingga Nekat Selundupkan 3 Kg Sabu dari Batam
Baca juga: VIDEO Pasien Positif Corona di Anambas Jalani Karantina di Dive Resort
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/13032020_iran-klaim-bisa-membuat-vaksin-virus-corona.jpg)