Soal Ledakan Bom di Jeddah, Arab Saudi: Perancis sampai Amerika Serikat Kompak Sebut Pengecut
Aksi bom itu terjadi saat upacara internasional dalam rangka memperingati akhir Perang Dunia I.
Kami berharap korban terluka bisa segera pulih, dan terima kasih pada keberanian Saudi yang telah membantu mereka saat kejadian.
Kami mendukung otoritas Saudi dalam penyelidikan dan mengusut pelaku."
Baca juga: Antisipasi Kasus Baru Covid-19, Kota Jeddah di Arab Saudi Lockdown Lagi Selama 15 Hari
Baca juga: Ada Lonjakan Baru Kasus Covid-19, Arab Saudi Kembali Terapkan Lockdown di Jeddah Selama 15 Hari
Dilansir Tribunnews yang mengutip The Independent, Nadia Chaaya, seorang pejabat yang mewakili warga negara Prancis yang tinggal di Arab Saudi, menghadiri upacara saat ledakan terjadi.
Dia mengatakan kepada Associated Press ada sekitar 20 orang dari berbagai negara yang hadir.
Dia sebelumnya mengatakan pada jaringan Prancis BFM, dia mendengar ledakan ketika konsul jenderal Prancis mendekati akhir pidatonya.
“Kami tentu saja dalam mode pank, kami sangat takut untuk melihat apakah akan ada gelombang kedua,” katanya.
Sementara itu, seorang Pejabat Saudi mengatakan penyelidikan sedang dilakukan.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Garudea Prabawati)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Ledakan Bom di Jeddah, Arab Saudi, Prancis hingga Amerika Serikat Kompak Sebut Pengecut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/12112020_bom-di-jeddah.jpg)