Senin, 27 April 2026

Soal Ledakan Bom di Jeddah, Arab Saudi: Perancis sampai Amerika Serikat Kompak Sebut Pengecut

Aksi bom itu terjadi saat upacara internasional dalam rangka memperingati akhir Perang Dunia I.

Fayez Nurdeldine/AFP
Prancis hingga Amerika Serikat kompak mengutuk aksi bom di Jeddah, Arab Saudi yang terjadi pada Rabu (11/11/2020). 

Kami berharap korban terluka bisa segera pulih, dan terima kasih pada keberanian Saudi yang telah membantu mereka saat kejadian.

Kami mendukung otoritas Saudi dalam penyelidikan dan mengusut pelaku."

Baca juga: Antisipasi Kasus Baru Covid-19, Kota Jeddah di Arab Saudi Lockdown Lagi Selama 15 Hari

Baca juga: Ada Lonjakan Baru Kasus Covid-19, Arab Saudi Kembali Terapkan Lockdown di Jeddah Selama 15 Hari

Dilansir Tribunnews yang mengutip The Independent, Nadia Chaaya, seorang pejabat yang mewakili warga negara Prancis yang tinggal di Arab Saudi, menghadiri upacara saat ledakan terjadi.

Dia mengatakan kepada Associated Press ada sekitar 20 orang dari berbagai negara yang hadir.

Dia sebelumnya mengatakan pada jaringan Prancis BFM, dia mendengar ledakan ketika konsul jenderal Prancis mendekati akhir pidatonya.

“Kami tentu saja dalam mode pank, kami sangat takut untuk melihat apakah akan ada gelombang kedua,” katanya.

Sementara itu, seorang Pejabat Saudi mengatakan penyelidikan sedang dilakukan.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Garudea Prabawati)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Ledakan Bom di Jeddah, Arab Saudi, Prancis hingga Amerika Serikat Kompak Sebut Pengecut

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved