Breaking News:

Yusril Ihza Mahendra Luruskan yang Bisa Copot Kepala Daerah, Presiden Tak Berhak Apalagi Mendagri

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra meluruskan pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian soal kewenangan mencopot kepala daerah

tribunnews/danypermana
Yusril Ihza Mahendra menjelaskan mekanisme pencopotan seorang kepala daerah, yang tidak bisa serta merta dilakukan Presiden apalagi Mendagri 

Yusril Ihza Mahendra Luruskan yang Bisa Copot Kepala Daerah, Presiden Tak Berhak Apalagi Mendagri

TRIBUNBATAM.ID - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) Tito Karnavian.

Yusril menyatakan Instruksi Mendagri tak bisa dijadikan dasar pencopotan kepala daerah.

Tak hanya tingkat menteri, Presiden menurut dia tak bisa serta merta bisa mencopot kepala daerah.

"Bahwa di dalam Instruksi Mendagri No 6 Tahun 2020 itu ada ancaman kepada Kepala Daerah yang tidak mau melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait Penegakan Protokol Kesehatan, hal itu bisa saja terjadi," kata Yusril lewat pesan singkat, Kamis (19/11/2020).

"Proses pelaksanaan pemberhentian Kepala Daerah itu tetap harus berdasarkan pada UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah," lanjut dia.

Baca juga: Ridwan Kamil Kutip Ayat Alquran Surat Ali Imran, Jawab Sanksi Pencopotan Mendagri Tito Karnavian

Ia menambahkan, berdasarkan UU Pemerintahan Daerah, pemilihan kepala daerah diserahkan secara langsung kepada rakyat melalui Pilkada yang dilaksanakan oleh KPU RI dan KPU di daerah.

KPU adalah satu-satunya lembaga yang berwenang menetapkan pasangan calon sebagai pemenang dalam Pilkada.

Walau kadangkala KPU harus menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap apabila penetapan pemenang yang sebelumnya telah dilakukan dipersoalkan ke Mahkamah Konstitusi.

usril Ihza Mahendra
usril Ihza Mahendra (TRIBUNNEWS.com)

Yusril mengatakan, pasangan manapun yang ditetapkan KPU sebagai pemenang, tidak dapat dipersoalkan, apalagi ditolak oleh Pemerintah.

Halaman
1234
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved