Jumat, 24 April 2026

Isu Reshuffle makin Kencang, Jokowi-Maruf Bertemu 4 Mata, Rabu Pon Bongkar Pasang Menteri?

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut komunikasi Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri makin intens beberapa waktu belakangan

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin memberi keterangan pers setelah acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad(20/10/2019). Menyusul ditangkapnya 2 menteri, isu reshuffle Kabinet Indonesia maju makin kencang 

Itu kan hak prerogratifnya presiden, baliknya ke sana itu," kata Habiburokhman.

Ia mengatakan, pihaknya tak akan mengintervensi sikap Jokowi dalam me-reshuffle susunan kabinet.

"Tidak ada pembicaraan dan kami tidak ada informasi soal itu.

Kita enggak intervensi, itu haknya presiden gitu," ujarnya.

Sementara itu Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai Nasdem Charles Meikyansah menyebut, sampai saat ini belum ada kader Nasdem yang dipanggil Jokowi untuk diminta kesediaan sebagai calon menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Baca juga: Jokowi Minta Aparat Tak Mundur Sedikit Pun, Wajib Ikut Aturan Hukum, FPI: Drama Komedi Tak Lucu!

Nasdem, kata Charles, juga tak diminta Jokowi untuk mengajukan nama-nama kadernya yang potensial sebagai calon menteri.

Charles mengatakan, sepanjang yang ia tahu, tak ada peningkatan intensitas komunikasi antara Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Jokowi untuk membahas hal ini.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyebut, waktu pelaksanaan reshuffle kabinet belum dapat dipastikan.

Menurut dia, rencana itu hanya diketahui Presiden Jokowi sebagai pihak yang berwenang untuk melakukan reshuffle.

"Hanya Tuhan dan Pak Jokowi yang tahu, karena otoritas yang diberikan kepada Presiden itu kan begitu," kata Ngabalin.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (BPMI Setpres/Laily Rachev)

Ngabalin memahami bahwa spekulasi tentang reshuffle berkembang di publik pasca-Edhy Prabowo dan Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka KPK.

Ia pun tak menyoal jika publik membuat prediksi-prediksi.

Namun, Ngabalin mengingatkan bahwa penunjukkan atau penggantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden.

Oleh karenanya, pengumuman terkait pengganti kedua menteri itu bisa dilakukan kapan saja sesuai keinginan Presiden, bahkan tak bergantung pada weton Jokowi.

Jokowi tunggu momentum

Melihat hal ini, pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, Presiden Jokowi tengah menunggu momentum pas mengumumkan reshuffle menteri.

Baca juga: Keluarga Petinggi Negara di Pilkada 2020, Anak Jokowi Borong Suara Solo, Mantu Juara QC Kota Medan

"Pak Jokowi kelihatannya memang menunggu momentum.

Sehingga pada saat reshuffle dilakukan semua sudah ready dan siap lari.

Tidak perlu ada reshuffle lagi hingga akhir masa jabatannya," kata Hendri.

Hendri memprediksi, Jokowi menginginkan adanya mesin baru di dalam struktur pemerintahan.

Baca juga: Insiden 6 Anggota FPI Tewas Ditembak Polisi, Jokowi: Aparat Tak Boleh Mundur, tapi Wajib Ikuti Hukum

Tak hanya kementerian, kata dia, Jokowi juga diprediksi mencari sosok baru dalam struktur kelembagaan.

"Mungkin Jokowi ingin semua engine baru.

Termasuk Kapolri yang memang akan memasuki masa pensiun," kata Hendri.

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Isu Reshuffle Kabinet yang Menguat

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved