Breaking News:

BATAM TERKINI

KESAKSIAN Melky, Security yang Lihat Langsung Mandor Proyek Dihabisi Teman Satu Mess di Batam

Melky Sedek (44), security proyek pembangunan ruko di Bengkong Sadai Batam menceritakan bagaimana kronologi pembunuhan di depan matanya.

TRIBUNBATAM.id/MUHAMMAD ILHAM
Kronologi penikaman mandor di Bengkong Sadai Batam bernama Heru Tunggara (48) terkuak saat adegan rekonstruksi yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri, Rabu (23/12/2020) hari ini. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Melky Sedek (44), security proyek pembangunan ruko di Bengkong Sadai Batam mengaku masih belum bisa melupakan kejadian tragis yang dia lihat di depan matanya.

Ia adalah sekuriti di kawasan proyek berada sekaligus saksi mata dalam insiden penikaman yang berujung hilangnya nyawa Heru Tunggara (48), sang mandor proyek.

Melky dan beberapa rekan lainnya mengaku syok dan merasa kehilangan sosok Heru.

Pasalnya, korban dan pelaku selama ini dikenal berkawan baik bahkan tinggal satu kamar di mes ruko dua lantai tersebut.

"Perkelahian itu berawal dari gaji yang belum dibayar lunas korban," ujar Melky saat diwawancarai TribunBatam.id Rabu, (23/12/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS - Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Mandor di Bengkong

Baca juga: VIDEO - Rekonstruksi Pembunuhan Mandor Proyek di Bengkong, Terungkap Motifnya

Sebelumnya, pria kelahiran 12 Desember 1976 itu sudah pernah menjelaskan kepada para pekerja, pencairan uang dari bos besar belum ada.

Karena itu, dimohon bersabar. Informasinya gaji akan dicairkan pada 28 Desember 2020.

Belasan pekerja lain di proyek itu bisa mengerti. Sedangkan pelaku, tidak.

"Sebelum pembunuhan itu, mereka (korban dan pelaku) sempat kejar-kejaran masih dengan tangan kosong. Tiba-tiba pelaku MT cabut pisau dari celana bagian depan dan langsung menikam korban," sambungnya.

Syok dengan pemandangan yang dilihatnya itu, tubuh Melky kaku bak patung. Pikirannya buyar. Lidahnya kelu dan nyaris tak bisa berkata-kata.

Sebelumnya, Melky sudah pernah mengingatkan dan menasihati para pekerja soal gaji.

"Di sini gaji tidak lancar. Gajinya tetap akan dibayar namun tunggu proses dengan jangka waktu yang belum pasti," ucap Melky.

Selama mengenal korban, Melky mengakui jika Heru merupakan orang yang ramah kepada siapa saja.

"Korban orangnya pendiam dan tidak neko-nekolah," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved